Showing posts with label kapal perang. Show all posts
Showing posts with label kapal perang. Show all posts

Sunday, May 15, 2016

Unknown

Kapal Perang Buatan Indonesia Canggih Diakui Filipina

Captain Francis Alexander R Jose yang mewakili Kementerian Pertahanan Filipina dan ikut dalam rombongan pengiriman kapal perang dari Surabaya, Indonesia menuju Manila, Filipina mengakui kecanggihan kapal perang buatan Indonesia.

"Bagus, dan saya merasakan sendiri dengan memaksimalkan kecepatan yang dimiliki SSV Tarlac, terbukti tetap stabil dan tidak ada goncangan," ucap Jose usai melakukan tes kecepatan maksimal saat kapal memasuki Selat Makasar, Indonesia.

Ditemui di atas kapal BRP Tarlac, di Perairan Filipina, Jumat, Jose mengaku sangat bangga dengan kapal produk buatan bangsa Indonesia, dan berterima kasih telah bekerja sama dalam hal pemesanan kapal.

Pewarta Antara yang turut dalam perjalanan kapal menjumpai beberapa manuver dilakukan kapal canggih ini selama perjalanan laut, seperti memasukkan dua kapal pendukung atau "landing craft utility" (LCU) ke dalam bagian belakang kapal.

LCU merupakan salah satu fasilitas kecanggihan kapal jenis "Strategic Sealift Vessel" BRP TARLAC (LD-601) ini, dan kapal kecil LCU berfungsi untuk mendukung peperangan di wilayah pantai dan dapat mengangkut sejumlah peralatan perang.

Saat proses manuver, kapal SSV TARLAC sempat menenggelamkan bagian belakang tubuh kapal hingga kedalaman dua meter, agar dua kapal pendukung bisa masuk ke bagian belakang kapal.

Setelah itu, pintu belakang kapal terbuka dan dua kapal bergiliran masuk menuju badan kapal, dan menaikkan kembali dalam posisi normal dengan membuang air yang sebelumnya masuk ke lambung belakang kapal.

Manuver lain yang dilakukan selama perjalanan SSV Tarlac adalah memaksimalkan kecepatan yang dimiliki kapal hingga mencapai 16,2 knot.

Selain itu, juga dilakukan manuver memfungsikan alat pemadam kebakaran yang dimiliki kapal, dengan menyemprotkan air ke laut, yang berfungsi untuk membantu pemadaman apabila terjadi kebakaran kapal.

Sementara itu General Manager Kapal Niaga Satriyo Bintoro selaku pimpinan perjalanan ekspor perdana kapal perang dari Surabaya, Indonesia menuju Manila, Filipina mengakui semua manuver dilakukan secara maksimal selama perjalanan.

Tujuannya, untuk menunjukkan fungsi dan kegunaan beberapa peralatan canggih yang dimiliki kapal kepada angkatan laut Filipina yang ikut serta dalam perjalanan, agar setelah serah terima kapal langsung menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan negara setempat.

sumber : antaranews.com
Read More

Monday, May 9, 2016

Unknown

Alat Perang Buatan Indonesia Yang Laku Keras

Alat Perang Buatan Indonesia Yang Laku Keras
merdeka com
PT PAL Indonesia baru saja melakukan ekspor kapal perang perdana ke Filipina. Kapal jenis "Strategic Sealift Vessel" BRP TARLAC (LD-601) tersebut merupakan pesanan pertama, dan dilepas di dermaga Divisi Kapal Niaga, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Minggu oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Wapres Jusuf Kalla mengaku sangat mengapresiasi PT PAL Indonesia sebagai BUMN perkapalan yang harus bersaing ketat dalam tender kapal perang internasional, serta dapat menyelesaikan pesanan pemerintah Filipina dengan tepat waktu.

"Ini sekaligus memberikan kebanggaan bahwa bangsa ini dapat mengekspor kapal yang lebih baik dan canggih, sebab itu semua dapat dilakukan selama kita mau bekerja keras, serius dan fokus," ucap wapres dalam sambutannya seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan ekspor kapal ini adalah bentuk kesuksesan PAL Indonesia dalam penguasaan teknologi. Selain itu, kemampuan penguasaan teknologi perkapalan secara mandiri, akan membawa persatuan kepada Indonesia.

"Saya memberikan penghargaan yang sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya, sebab dengan kita mampu membuat kapal yang lebih baik, keberadaan laut bukan lagi pemisah, tapi penghubung dan mempersatukan. Namun, syaratnya angkutan laut harus baik, sehingga keberadaan maritim menjadi tujuan pembangunan bangsa," katanya.

Seperti diketahui, Indonesia telah lama terlibat dalam bisnis jual beli senjata dunia. Tiap tahun Indonesia rajin mengirimkan senjata buatan dalam negeri ke berbagai negara. Namun, nilai ekspor senjata dan amunisi Indonesia tergolong kecil yaitu rata rata USD 4 juta per tahunnya.

Dilansir dari data yang diolah Kementerian Perdagangan, pada 2010 Indonesia mengekspor senjata dan amunisi sekitar USD 4,3 juta setara dengan Rp 56,1 miliar. Kemudian 2011, ekspor senjata Indonesia turun menjadi USD 2,6 juta setara dengan Rp 33,9 miliar. Satu tahun kemudian ekspor senjata kembali naik mencapai USD 6,7 juta setara Rp 87,4 miliar.

Ekspor senjata dan amunisi Indonesia kembali lesu di 2013 yaitu hanya USD 1,1 juta setara dengan Rp 14,3 miliar. Dan pada 2014, nilai ekspor senjata kembali naik menjadi USD 4,1 juta setara dengan Rp 53,5 miliar.


1. Kapal perang

PT PAL Indonesia telah meluncurkan dua kapal perang, yakni Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)-1 dan Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1. Direktur Utama PT PAL Indonesia, M. Firmansyah mengatakan bahwa kapal PKR merupakan pesanan Kementerian Pertahanan RI. Kapal canggih kelas Frigate tersebut hasil kerja sama PT PAL dengan perusahaan kapal DSNS Belanda melalui transfer teknologi.

Sedangkan kapal SSV merupakan kapal canggih karya mandiri anak bangsa dan pesanan Kementerian Pertahanan Filipina yang berada di kelas Lloyd Register.

Firmansyah menyebut ada beberapa kecanggihan dalam kapal perang buatan anak bangsa ini. Firmansyah menyebutkan Kapal PKR-1 yang memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,2 meter, dan kecepatan 28 knot ini mampu berlayar selama 20 hari pada kecepatan 14 knot.

"Selain itu, Kapal PKR kelar Frigate ini memiliki peralatan peperangan bawah air lengkap, seperti senjata utama penghancur kapal selam berupa torpedo yang dapat membantu proses peperangan bawah air, serta mampu melakukan peperangan udara dengan senjata rudal antiudara," ucap Firmansyah

Selanjutnya, Kapal SSV merupakan pengembangan kapal pengangkut Landing Platform Dock (LPD) yang didesain panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, dan memiliki kecepatan 16 knot dengan ketahanan berlayar selama 30 hari di laut lepas.

Selain itu, SSV juga mampu membawa dua helikopter, dan mengangkut kapal "landing craft utility" (LCU) serta sejumlah tank perang hingga truk militer.

Kapal PKR merupakan pesanan Kementerian Pertahanan RI dan Kapal SSV merupakan kapal canggih karya mandiri anak bangsa dan pesanan Kementerian Pertahanan Filipina yang berada di kelas Lloyd Register.


2. Panser Anoa

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menjadi pelanggan setia perusahaan negara pembuat senjata PT Pindad. Sejumlah peralatan yang dipesannya ialah panser Anoa.

"Nantinya kendaraan tempur ini digunakan untuk misi perdamaian PBB," kata Dirut Pindad Silmy Karim.

Silmy menjelaskan, panser Anoa tergolong kendaraan armoured medium personnel carrier. Kendaraan tempur ini dipergunakan untuk mengangkut personel di medan pertempuran.

Selama ini, sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Thailand dibidik untuk menggunakan produk Pindad. Untuk pasar Afrika, pihaknya membidik Madagaskar, Mesir, Nigeria, dan Mozambiq.

Sedangkan, untuk kawasan Timur Tengah, pasar potensial yang dibidik antara lain Kuwait, Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.


3. Kepala roket

Indonesia mengekspor hulu ledak asap (smoke warhead) kaliber 70 milimeter sebanyak 260 unit ke Cile. Ekspor tersebut merupakan ekspor pertama senjata yang dibuat PT Sari Bahari.

Direktur Utama PT Sari Bahari Ricky Hendrik Egam mengatakan pihaknya harus bersaing dengan 43 negara yang mengikuti tender internasional pengadaan hulu ledak asap bagi kebutuhan angkatan bersenjata Cile.

"Namun, kami berhasil memenangkan tender tersebut, sehingga ekspor perdana ini bisa membuktikan kualitas produksi dan karya anak bangsa Indonesia tidak kalah dengan buatan luar negeri, bahkan mendapatkan pengakuan internasional," katanya.

Dia mengatakan produksi dari PT Sari Bahari, membuktikan teknologi pertahanan nasional mampu bersaing dengan negara maju. Hulu ledak asap buatan Indonesia memiliki keunggulan dari sisi aerodinamis trajectory dan mampu mengeluarkan asap selama dua menit setelah hulu ledak terjadi dalam sasaran.


4. Peluru

PT Pindad adalah salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang produknya sampai di jual ke Amerika Serikat. Pindad pernah mengekspor amunisi kaliber kecil yaitu 5,56 mm ke negeri Paman Sam tersebut.

Marketing Manajer PT Pindad, Sena Maulana, mengatakan selain ekspor ke Amerika pihaknya juga telah mengekspor amunisi ke Singapura dan Thailand.

"Amunisi kita ekspor itu kaliber 5,56 mm ke Singapura sama Thailand dan ini terus-terusan. Tahun 2000 kita pernah ekspor ke Amerika," katanya.

Untuk penjualan ke luar negeri, Pindad mempunyai agensi sendiri yang mengurusi penjualan. Nilai ekspor amunisi juga disebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun demikian, Sena tidak menyebut berapa nilai pasti ekspornya.

"Singapura yang cukup canggih saja memesan. Amerika yang mempunyai kemampuan militer sangat baik pernah mesan juga dan terakhir Laos," katanya.

Selain itu, pada tahun 2000, Pindad juga pernah mengekspor amunisi ke Nigeria. "Nilai secara signifikan dari 2010 ke 2011 ada peningkatan. 2011-2012 cenderung stabil karena menuhi dalam negeri dulu. Tahun 2013 dibandingkan 2012 ada peningkat. Angkanya saya tidak apal," tutupnya.


5. Senjata api

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah menyetujui kerja sama lisensi senapan SS2 dan pemasaran amunisi Pindad di wilayah Timur Tengah. Persetujuan ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Pindad (Persero) dan Continental Aviation Services yang dilakukan saat forum bisnis yang dihadiri oleh Presiden Jokowi, di Abu Dhabi.

Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana menyebutkan, kehadiran Presiden Jokowi ke UEA mendapatkan sambutan hangat dari pemerintahan setempat. Kehangatan itu ditunjukkan dalam pertemuan bilateral yang dilaksanakan secara bersahabat.

"Dalam pertemuan itu dibahas mengenai beberapa hal, tentang isu ekonomi dan non ekonomi, seperti kerja sama pertahanan," katanya mengutip ucapan Menlu Retno.

Menurut Menlu, UEA merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia di Timur Tengah, dengan nilai perdagangan mencapai USD 4,25 miliar di tahun 2014, dan Indonesia menikmati surplus USD 748 juta.

sumber : merdeka.com
Read More

Tuesday, April 19, 2016

Unknown

Kapal Indonesia Yang Melintas di Filipina dikawal TNI Instruksi Jokowi

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar kapal-kapal Indonesia yang menuju Filipina dikawal kapal milik TNI. Langkah ini untuk mencegah penyanderaan yang dilakukan kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina.

"Presiden sudah instruksikan itu untuk pergi pulang ada pengawalan itu. Presiden sudah instruksikan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantornya, Jakarta, Selasa (19/4).

Meski dibayangi ancaman kelompok Abu Sayyaf, pemerintah tak akan menutup jalur pelayaran Indonesia menuju Filipina. Sebab, jalur tersebut daerah perairan internasional.

"Pemerintah indonesia tidak punya hak untuk menutup. Bahwa kapal-kapal Indonesia diperingatkan untuk hati-hati atau menghindari jalur itu, ya tentu bisa dipertimbangkan tapi tidak mungkin indonesia menutup," kata dia.

Disinggung soal upaya menyelamatkan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf, Wapres JK menuturkan, hingga saat ini angkatan bersenjata Filipina belum meminta bantuan TNI untuk menyerbu penyandera. Pemerintah belum mengetahui kondisi kesehatan WNI yang masih disandera. "Enggak tahu, belum dapat. Waduh belum tahu (kondisi WNI) saya," ucapnya.

sumber : merdeka.com
Read More

Thursday, April 14, 2016

Unknown

Kapal Perang dan Pesawat Spy Canggih P-8A Milik AS Datang Ke Indonesia

Amerika Serikat (AS) dalam mengirim kapal perang penghancur atau destroyer dan pesawat mata-mata (spy) canggih P-8A Poseidon ke Indonesia untuk bergabung dalam latihan perang atau manuver bertajuk Multilateral Naval Exercises Komodo (MNEK) 2016 di Padang.

Latihan perang gabungan dua tahunan yang digelar Indonesia mulai Selasa kemarin melibatkan total 35 negara.

Angkatan Laut dari puluhan negara itu menjalani skenario untuk meningkatkan cara berbagi informasi dan kerjasama maritim. Ada 18 negara ASEAN-Plus (10 negara ASEAN plus Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, Rusia, Korea Selatan dan AS) yang berpartisipasi.

Armada Ketujuh Angkatan Laut AS dalam pernyataannya mengkonfirmasi keikutsertaan AS dalam MNEK 2016. Kapal perang destroyer yang dikirim AS ke Indonesia untuk misi ini adalah kapal perusak berpeluru kendali USS Stockdale (DDG-106) dan kapal Patrol Squadron (VP) 8.

Pesawat mata-mata canggih P-8A Poseidon juga ikut dilibatkan AS dalam MNEK 2016. Pesawat P-8A dalam beberapa bulan terakhir telah menarik perhatian yang signifikan karena bermanuver di Laut China Selatan yang memicu ketegangan dengan China.

“Kami sangat bersemangat untuk pergi ke laut dan melaksanakan fase laut yang menantang dalam mendukung Komodo 2016,” kata Komandan Kapal USS Stockdale, Cmdr. Sean Grunwell, dalam pernyataan, seperti dilansir Diplomat, Rabu (13/6/2016).

“Latihan ini memungkinkan pelaut kami untuk menunjukkan keahlian mereka sebagai pelaut profesional, kami beroperasi bersama-sama di laut dengan kapal-kapal dari angkatan laut di seluruh wilayah,” lanjut dia.

sumber : sindonews.com
Read More