Showing posts with label sport. Show all posts
Showing posts with label sport. Show all posts

Monday, June 6, 2016

Unknown

Marquez dan Rossi Akur Saat Konferensi Pers

Hubungan pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan pebalap Repsol Honda Marc Marquez mulai membaik.

Hubungan keduanya terlihat membaik usai balapan GP Catalunya di Sirkuit Catalunya Minggu (5/6/2016).

Usai balapan keduanya saling berjabat tangan seakan mereka sudah berbaikan.

Hal itu dilakukan sebelum keduanya naik podium di balapan yang berlangsung seru itu.

Namun tak hanya sampai di situ "kemesraan" Rossi dan Marquez berlangsung.

Keduanya tetap mesra saat melakoni sesi konferensi pers usai podium.

Marc marquez terlihat sudah tidak segan lagi untuk memegang pundak Valentino Rossi saat konferensi pers.

Hal itu karena saat Rossi ditanya apakah hubungannya dengan Marquez sudah membaik, Rossi hanya menjawab singkat.

Marquez pun langsung merespon dengan memegang pundak Valentino Rossi yang menjadi juara di GP Catalunya.

Kontan, pemandangan itu membuat semua yang hadir di konferensi pers itu kagum.

Bahkan riuh tepuk tangan terjadi usai momen Marc Marquez memegang pundak Valentino Rossi.

Momen menarik terjadi dalam ajang MotoGP Catalunya 2016.

Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, tertangkap kamera berjabat tangan dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.

Momen tersebut terjadi usai balapan berakhir.

Rossi yang masih mengenakan helm terlihat menghampiri Marquez untuk berjabat tangan sambil menebar senyuman.

Sama halnya yang dilakukan Rossi, Marquez yang sudah tidak mengenakan helm juga tampak jelas memberikan senyuman manis kepada Rossi.

Beberapa netizen pun turut memberikan komentar terhadap momen menarik tersebut.

"Besok puasa, Rossi sama Marquez salaman, maaf-maafan.." - @siskaw856y.

"Efek puasa memang hebat, bisa bikin Valentino Rossi sama Marc Marquez baikan" - @pray_mee.

"Contoh tuh Rossi sama Marquez," - @eduardusryan48.

"Valentino Rossi sama Marc Marquez itu salaman karena mereka besok mau puasa," - @19dolieindra.

Sebelumnya kedua pebalap tersebut terlibat perselisihan akibat insiden 'Tendangan Rossi' pada 2015 di sirkuit Sepang.

Kemudian Rossi juga sempat menuding Marquez telah membantu Jorge Lorenzo untuk menjadi juara.

sumber : tribunnews.com
Read More
Unknown

Aktor Protagonis MotoGP Catalunya

Sedikit gambaran hasil balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Minggu (5/6/2016). Banyak cerita terjadi di sirkuit ini, mulai dari cerita duka tewasnya Luis Salom, pebalap Moto2 saat melakukan latihan bebas, sampai cerita gembira kemenangan Valentino Rossi di MotoGP.

Kemenangan tersebut terasa spesial tentunya buat The Doctor, setelah pada seri sebelumnya di GP Italia, Mugello, gagal finish karena sepeda motornya mengalami kerusakan. Kemenangan ini juga spesial, karena Rossi memulai balapan bukan dari deretan baris terdepan, melainkan dari posisi kelima.

Namun, cerita yang paling spesial tentu saja jabat tangan pertama antara Rossi dan Marc Marquez. Ini seolah menjadi penanda di antara keduanya sudah tidak ada lagi dendam. Masih ingat dengan insiden di Sepang musim lalu? Marquez disenggol Rossi hingga terjatuh, dan Rossi pun dijatuhi hukuman yang membuatnya kalah bersaing dengan Jorge Lorenzo di seri terakhir.

Jabat tangan Rossi dan Marquez langsung disambut gemuruh oleh publik di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Rossi bukan sosok yang dibenci di tempat ini, beberapa sudut terlihat didominasi warna kuning terang yang menandakan warna kebesarannya.

Marquez juga tentu bukan tokoh antagonis di tempat ini, Catalunya yang masih menjadi bagian dari Spanyol, yang juga menjadi negara asal Marquez. Semua bertepuk tangan ketika keduanya berjabat tangan. Rossi sudah berbesar hati tentunya memaafkan Marquez, dan Marquez juga punya jiwa besar mengajak rivalnya tersebut bersalaman.

Aktor protagonis
Dalam olahraga sudah sangat jamak ada sosok yang sangat diidolakan. Sebuh saja Michael Jordan di ajang bola basket, Zinedine Zidane di ajang sepak bola atau Michael Schumacher di ajang Formula 1. Nama-nama tersebut sangat melekat dalam bidangnya masing-masing. Begitu pun dengan Rossi di ajang MotoGP.

Berusia 37 tahun, Rossi masih aktif bahkan kompetitif bertarung dengan pebalap yang usianya jauh lebih muda. Berada di MotoGP sejak tahun 2000 (Marquez saat itu baru berusia 7 tahun), Rossi langsung menjadi juara di tahun keduanya, 2001.

Total tujuh gelar juara dunia MotoGP diraihnya yakni 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009. Data menyebutkan, dalam 16 tahun berkarier Rossi sudah melakukan start sebanyak 276 kali, menang 88 kali, 178 kali naik podium, dan pole position 53 kali.

MotoGP adalah industri olahraga, dan The Doctor menjadi magnet yang sangat kuat buat industri tersebut. Dorna sebagai penyelenggara MotoGP tentu putar otak untuk mencari magnet baru yang bisa menyamai nama besar dan prestasi Rossi. Setidaknya dua musim dari sekarang atau sebelum sang pebalap genap berusia 40 tahun pada 2019. Musim depan Rossi masih menjadi pebalap Yamaha, tapi di 2019 masih tanda tanya.

Penggemar MotoGP di dunia masih punya kesempatan melihat sang aktor protagonis ini balapan di musim ini dan musim depan. Sisanya, mari kita nantikan siapakah pebalap yang bisa merebut aura magnet tersebut, Lorenzo, Marquez, Pedrosa atau Vinales, manakah pilihan Anda?

sumber : kompas.com
Read More
Unknown

Rossi Juara MotoGP Catalunya

Valentino Rossi berhasil memenangi MotoGP Catalunya usai memenangi duel sengit dengan Marc Marquez. Sementara, Jorge Lorenzo harus menuntaskan balapan lebih cepat karena crash.

Pada balapan yang dihelat di sirkuit Catalunya, Montmelo, Minggu (5/6/2016) malam WIB, Rossi yang start di posisi kelima justru mampu mengakhiri balapan di posisi terdepan. Pertama-tama dia lewati Lorenzo dan terlibat duel sengit dengan Marquez sebelum merebut kemenangan keduanya musim ini.

Sementara nasib sial dialami Lorenzo yang memimpin balapan sejak lap pertama justru kehilangan posisi itu sejak lap kelima dan akhirnya harus menuntaskan balapan lebih cepat di lap ke-16.

Dengan hasil balapan ini, Marquez sementara menguasai puncak klasemen dengan 125 poin dari tujuh seri, unggul 10 angka dari Lorenzo di posisi kedua dengan 115 poin. Sementara Rossi di posisi ketiga dengan 103 poin.

Jalannya Balapan

Begitu lampu hijau tanda balapan dimulai, Lorenzo yang start dari posisi kedua langsung menyalip Marquez yang memegang pole position. Dani Pedrosa di posisi ketiga lalu Valentino Rossi menurun ke posisi ke delapan.

Namun, hanya selap saja, Rossi lantas kembali ke posisi keenam. Sementara Lorenzo masih memimpin balapan diikuti duo Repsol Honda Marquez dan Pedrosa.

Meski memimpin balapan, Lorenzo tak bisa lepas dari Marquez yang terus memburunya di belakang. Rossi perlahan tapi pasti mampu memperbaiki posisinya.

Sampai akhirnya di lap keempat, Rossi kemudian menyalip Pedrosa dan Marquez untuk berada di belakang Lorenzo.

Rossi menguntit habis Lorenzo selama dua lap sebelum akhirnya di lap keenam, dia berhasil menyalip rekan setimhnya tersebut dan memimpin balapan.

Tak lama setelah disalip Rossi, Lorenzo kehilangan posisi kedua di lap ketujuh setelah disalip Marquez lalu kemudian Pedrosa. Lorenzo pun kini ada di posisi keempat.

Meski demikian, Lorenzo juga tak nyaman karena Maverick Vinales terus memburunya dan beberapa kali terjadi salip-menyalip di antara keduanya sebelum akhirnya di lap ke-11, Vinales benar-benar berada di depan Lorenzo.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, Lorenzo tak hanya kehilangan kesempatan menang tapi juga harus menghentikan balapannya lebih cepat karena diseruduk Andrea Iannone di lap ke-16.

Kedua pebalap pun terjatuh dan Lorenzo terlihat sangat kesal dengan Iannone.

Sementara di barisan terdepan, Rossi dan Marquez saling bersaing memperebutkan posisi tersebut. Pertarungan keduanya makin sengit di lima lap terakhir.

Rossi dan Marquez saling salip-menyalip. Di lap ke-22 Marquez menyalip Rossi, lalu selap kemudian giliran Rossi yang berada di posisi terdepan.

Namun, di dua lap menjelang habis, Rossi menyalip Marquez dan makin nyaman berada di posisi pertama sampai melintasi garis finis. Marquez di posisi kedua, sementara Pedrosa di posisi ketiga.

sumber : detik.com
Read More

Sunday, June 5, 2016

Unknown

Daud Jordan Juara Kelas Ringan World Boxing Association

Petinju nasional Daud 'Cino' Yordan akhirnya membawa pulang gelar juara kelas ringan World Boxing Association (WBA) Internasional ke tanah air. Kendati begitu, dirinya gagal memenuhi targetnya untuk bisa menaklukan lawannya, Rafael Cristian Coria kurang dari 12 ronde.

Bertanding di Radisson Victoria Plaza, Montevideo, Uruguay, Sabtu 4 Juni 2016 tengah malem waktu Indonesia, Daud dinyatakan menang angka. Tiga wasit memberikan poin 97-92, 96-93, dan 97-92 untuk keunggulannya. Dengan hasil ini, maka Daud menciptakan sejarah baru, dimana pemegang sabuk juara kelas ringan Asia Pasific dan Afrika Selatan versi WBO sukses menjalani laga perdananya di WBA.

Pertarungan tadi berlangsung sengit. Bahkan Daus sempat terkena lucky blow (terkena pukulan yang tidak jelas arahnya di bagian muka), dengan tidak sengaja. Tapi dirinya mengaku tidak masalah, mengingat itu menjadi hal yang rumlah di dunia tinju. Yang terpenting baginya adalah bisa memenangkan pertarungan dan membawa sabuk juara ini ke Indonesia.

"Memang banyak petinju Amerika latin yang tidak mudah ditaklukan, levelnya cukup tinggi. Setiap pertarungan, saya semakin lama semakin meningkat, dan seperti kita lihat tadi, Coria cukup memberi perlawanan," katanya.

Daud sendiri mengaku disiplin di dalam mendengarkan instruksi yang diberikan pelatihnya Craig Christian, dan kakanya Damianus dari pinggi ring. Terbukti, semua tadi menurutnya sudah berjalan sesuai dengan harapan.

"Dan khususnya, berkat doa dari masyarakat Indonesia, untuk orang tua saya, saudara saya, dan bapak angkat saya, Bapak Osman Sapta. Berkat dia kalian, saya akhirnya bisa membawa sabuk ini ke indonesia. Ini menjadi kebanggaan untuk kita semua dan praktisi tinju menyebut saya sebagai last of the mohican di tinju indonesia. Terima kasih atas supportnya," tukasnya menambahkan.

Kemenangan begitu penting bagi Daud, mengingat dengan kemenangan ini menjadikan peluangnya untuk menjadi juara dunia akan semakin besar. Pasalnya, kini Daud tinggal membutuhkan satu kali naik ring lagi sebelum nantinya menggenggam juara di kategori intern. Di badan tinju WBA sendiri ada tiga kategori juara dunia yaitu interim, reguler, dan super

sumber : pikiran-rakyat.com
Read More
Unknown

Kualifikasi Moto GP : Marquez Rebut Pole

Pebalap Spanyol menguasai baris terdepan. Rider Repsol Honda Marc Marquez merebut pole position, mengalahkan Jorge Lorenzo dan rekan setimnya, Dani Pedrosa.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sehubungan dengan insiden yang menyebabkan kematian rider Moto2 Luis Salom, desain lintasan sirkuit diubah.

Pada sesi kualifikasi di Sirkuit Jerez, Sabtu (4/6/2016) malam WIB, Marquez tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 43,589 detik. Dia lebih cepat nyaris 0,5 detik dari Lorenzo di belakangnya.

Sebuah kejutan muncul setelah pebalap Avintia Hector Barbera menyeruak di lima besar. Berbera akan start di posisi keempat di belakang Pedrosa dan didepan pemenang tahun lalu, Valentino Rossi.

Rider Suzuki Maverick Vinales justru gagal mengulang hasil bagus di latihan bebas. Vinales harus puas dengan urutan keenam, tertinggal 0,7 detik dari Marquez. Sementara Cal Cruthlow menempati posisi ketujuh.

Danilo Petrucci, yang membela Pramac, berada di posisi kesembilan memisahkan duo Ducati; Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso untuk melengkapi jajaran 10 besar.


Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Catalunya
Pos-Nama Pebalap-Tim-Waktu-Gap

1 Marc Marquez Honda Honda 1m43.589s -
2 Jorge Lorenzo Yamaha Yamaha 1m44.056s 0.467s
3 Dani Pedrosa Honda Honda 1m44.307s 0.718s
4 Hector Barbera Avintia Ducati Ducati 1m44.322s 0.733s
5 Valentino Rossi Yamaha Yamaha 1m44.324s 0.735s
6 Maverick Vinales Suzuki Suzuki 1m44.329s 0.740s
7 Cal Crutchlow LCR Honda Honda 1m44.366s 0.777s
8 Andrea Iannone Ducati Ducati 1m44.458s 0.869s
9 Danilo Petrucci Pramac Ducati Ducati 1m44.911s 1.322s
10 Andrea Dovizioso Ducati Ducati 1m45.029s 1.440s
11 Scott Redding Pramac Ducati Ducati 1m45.030s 1.441s
12 Pol Espargaro Tech3 Yamaha Yamaha 1m45.218s 1.629s
13 Aleix Espargaro Suzuki Suzuki 1m44.914s -
14 Bradley Smith Tech3 Yamaha Yamaha 1m45.197s -
15 Michele Pirro Avintia Ducati Ducati 1m45.538s -
16 Yonny Hernandez Aspar Ducati Ducati 1m45.690s -
17 Eugene Laverty Aspar Ducati Ducati 1m45.885s -
18 Stefan Bradl Aprilia Aprilia 1m45.892s -
19 Jack Miller Marc VDS Honda Honda 1m45.942s -
20 Tito Rabat Marc VDS Honda Honda 1m46.205s -
21 Alvaro Bautista Aprilia Aprilia 1m46.463s -

sumber : detik.com
Read More

Saturday, June 4, 2016

Unknown

FP III Maverick Vinales Tercepat

Sesi latihan bebas ketiga MotoGP Catalunya memunculkan Maverick Vinales sebagai pebalap dengan waktu terbaik, di atas Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Hasil Sabtu (4/6/2016) sore WIB itu membuat rider Suzuki Ecstar tersebut sudah dua kali menguasai sesi latihan bebas. Sebelumnya Vinales juga menjadi yang tercepat di sesi pertama.

Dengan catatan waktu 1 menit 44,727 detik, Vinales kali ini mengungguli Marquez (terpaut 0,120 detik) dan Pedrosa (terpaut 0,224 detik) yang sama-sama membalap untuk Repsol Honda.

Posisi empat ditempati oleh Valentino Rossi (Movistar Yamaha). Sementara Jorge Lorenzo, rekan setim Rossi yang menguasai sesi latihan kedua, kini berada di posisi enam. Di antara keduanya ada Pol Espargaro dari Monster Yamaha Tech 3.

Dua rider Octo Pramac Yakhnich, Scott Redding dan Danilo Petrucci, secara berturut-turut menempati posisi tujuh dan delapan secara berurutan. Cal Crutchlow dari LCR Honda dan Andrea Iannone (Ducati) kemudian melengkapi 10 besar di sesi ini.

Sesi ini sendiri berlangsung dengan layout sirkuit berbeda dari dua latihan sebelumnya, menyusul insiden yang merenggut nyawa rider Moto2 Luis Salom.


sumber : detik.com
Read More
Unknown

Saksi Mata Soal Kecelakaan Luis Salom

Valentino Rossi terkenal memiliki fan club yang tersebar diseluruh dunia. Bahkan setiap kali menjalani serangkaian sesi latihan, kualifikasi, hingga balapan. Ribuan penggemar yang menamakan dirinya VR46 sudah memenuhi tribun.

Keuntungan inilah yang dimanfaatkan joki Movistar Yamaha untuk mencari tahu penyebab kecelakaan yang menimpa Luis Salom di sesi latihan bebas kedua di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Jumat (3/6) kemarin.

Setelah berbicara dengan salah satu penggemarnya, Rossi menjelaskan jika musibah yang dialami Salom akibat kesalahan pada mesin motor. Pasalnya, joki tim SAG-Kalex tidak mampu mengontrol kecepatan kuda besinya saat akan menaklukan tikungan 12.

"Luis jatuh di tempat yang aneh, sehingga membuat saya berpikir ada kerusakan pada bagian mesin motornya. Saksi mata juga mengatakan kepada saya bahwa ia tidak mampu mengontrol kecepatannya dan seketika ia menghantam dinding pembatas. Jadi saya mengambil kesimpulan jika motor yang dikendarainya mengalami masalah teknis," jelas Rossi seperti dikutip GPOne, Sabtu (4/6/2016).

Sekadar informasi, kecelakaan bermula ketika pembalap Spanyol 24 tahun memasuki tikungan ke-12. Tetapi, motor yang dikemudikannya tampak tidak mampu diajak bermanuver.

Setelah itu terlihat motor Salom malah nyelonong dengan kecepatan tinggi. Lantas menghantam dinding pengaman tikungan 12 di Sirkuit Catalunya. Sebetulnya, dia melepas motornya yang tak mampu dikendalikan di tikungan.

Sayangnya, Salom meluncur tepat ke arah motor sehingga tubuhnya menghantam motornya sendiri. "Ini situasi yang sulit ketika pembalap berada di trek lurus dan menemui tikungan terjal di depan. Tapi jika pembalap mengalami kecelakaan yang 'normal' maka akan mengambil jalur yang berbeda. Namun Salom justru berbeda dan ia berusaha melepas motornya yang tak mampu dikendalikan di tikungan tapi tubuhnya malah menghantam motornya sendiri. Ini adalah hari yang sangat menyedihkan," tutup Rossi.

sumber : sindonews.com
Read More
Unknown

Pebalap Moto2 Meninggal Dunia

Pebalap Moto2 Luis Salom meninggal dunia setelah terjatuh di sesi latihan bebas. Tim medis menyatakan dia mengalami gagal jantung sejak insiden tersebut.

Salom, yang membalap untuk SAG Racing Team, meninggal dunia saat menjalani sesi latihan bebas kedua di MotoGP Catalunya, Jumat (3/6/2016). Dia terjatuh dalam kecepatan tinggi di tikungan 12, lalu meluncur menghantam pembatas.

Segera setelah kejadian, sesi dihentikan dan Salom mendapatkan penanganan medis. Dalam pernyataannya, tim medis MotoGP mengungkapkan bahwa Salom sudah mengalami gagal jantung sejak mengalami insiden tersebut dan berupaya diselamatkan sepanjang jalan menuju Hospital General de Catalunya.

Denyut jantung tetap tak terdeteksi atau mengalami asystolic. Pebalap 24 tahun itu kemudian langsung menjalani prosedur operasi eksplorasi di rumah sakit. Namun nyawanya tak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.55 waktu Barcelona, 45 menit sejak datang ke rumah sakit.

Berikut adalah pernyataan tim medis yang ditulis oleh Dr.Angel Charte, sebagaimana dilansir Crash.

"Hari ini (Jumat), tim medis dari kejuaraan dunia MotoGP mencapai lokasi kejadian dari insiden yang melibatkan Luis Salom di tikungan 12, dalam sesi latihan bebas kedua untuk Moto2 di Circuit de Barcelona-Catalunya."

"Saat datang, rider dalam keadaan mengalami gagal jantung. Mempertimbangkan parahnya kondisinya, tim medis memulai dengan mengamankan saluran udara melalui intubasi orotracheal dan cardiopulmonary resuscitation (CPR) di sisi lintasan."

"Dia kemudian diamankan dengan sebuah penyangga leher dan staf medis lantas memasang dua jalur intravena dan melanjutkan kompresi dada. Sejak tiba di lokasi, dengan cepat diketahui bahwa Salom mengalami asystolic."

"Dia lalu diberikan obat-obatan untuk cardiopulmonary dan hemodinamik untuk menstabilkan dia. CPR dilanjutkan di sisi lintasan selama 18 menit, tapi mempertimbangkan kondisi mengancam nyawa Salom, keputusan diambil untuk membawanya melalui jalur darat dengan ambulans."

"Penanganan dilanjutkan selama 40 menit berikutnya selama transfer menggunakan ambulans, tapi saturasi oksigen memburuk. Tim medis melanjutkan dengan jarum thoracostomy bilateral dengan aspirasi udara dan darah."

"Selama transfer, mereka sudah memberitahu tim ICU di Hospital General de Catalunya tentang evolusi keadaan Salom. Salom tiba di rumah sakit pada 16.10 dan langsung dipindahkan ke bangsal darurat di mana CPR dilanjutkan oleh tim medis setempat."

"Saat di rumah sakit, Salom dipindahkan ke ruang operasi untuk menjalani laparotomy dari tim bedah. Pasien kemudian dinyatakan meninggal pada 16.55. Baik prosedur evakuasi di sirkuit, pemindahan ke rumah sakit, dan penerimaan di rumah sakit telah dilakukan dengan standar tertinggi."

sumber : detik.com
Read More

Wednesday, June 1, 2016

Unknown

Rossi Rangkul Vinales di Mugello Inilah Alasannya

Seri balap ketujuh MotoGP bakal kembali ke Spanyol dalam balapan Sirkuit Catalunya akhir pekan nanti. Namun intrik strategi pembalap mulai terang-terangan dimunculkan di Grand Prix Italia Italia. Dua pekan lalu, strategi Valentino Rossi merangkul Maverick Vinales jadi topik yang cukup diperdebatkan.

Meski pada akhirnya Rossi gagal mendulang poin karena YZR-M1 mogok di lap kesembilan race sesungguhnya, joki Movistar Yamaha sempat bersinar di sesi kualifikasi sehari sebelumnya. Sempat terseok-seok selama latihan, The Doctor bisa mengunci posisi pole usai mengalahkan Vinales di akhir kualifikasi.

Ketika itu muncul anggapan bahwa Rossi dan Vinales sudah merancang strategi di kualifikasi. Pertama kali yang mencetuskan kalimat itu adalah pembalap Repsol Honda Marc Marquez yang mengatakan melihat dua pesaingnya itu kerap bicara serius di sela-sela latihan bebas.

Jorge Lorenzo juga dimintai tanggapan soal duet Rossi-Vinales di posisi terdepan, namun ia menjawab santai dengan mengatakan itu cuma kebetulan. Namun menurut pengamatan mantan pembalap Randy Mamola, hal itu adalah bentuk strategi Rossi agar bisa menang di hadapan pendukungnya sendiri.

"Bukan pertama kalinya mereka bekerja sama di Mugello. Itu juga terjadi di Argentina dan juga di Le Mans (Prancis). Tapi fakta Rossi bisa mendapat pole di Italia, di depan para penggemarnya sendiri, menempatkan strategi itu sangat terlihat," beber Mamola dalam kolom Motorsport, Rabu (1/6/2016).

"Mari dicermati, di satu sisi memang normal bagi sebagian orang merasa aneh melihat dua pembalap dari tim berbeda dan negara berbeda saling membantu satu sama lain. Jika juga memperhitungkan, dalam waktu enam bulan ke depan mereka berdua akan jadi rekan setim di Yamaha, di mana Rossi adalah sorotan. Cukup normal jika melihat orang-orang merasa tercela,"

Sayang, strategi itu diganggu masalah teknis. Insiden kerusakan YZR-M1 di Mugello membuat Rossi gagal finis sejak lap kesembilan. Pun dengan Vinales, Suzuki GSX-RR yang ia tunggangi juga disebut mengalami masalah yang membuatnya cuma bisa finis di posisi enam.

Mamola menambahkan, apapun yang dilakukan Rossi di Mugello kemarin patut dihargai. Terlebih, lanjutnya, pembalap berusia 37 tahun itu melakukannya atas dasar memenuhi ambisi meraih gelar juara dunia musim ini.

"Secara pribadi, sebelum menilai situasi semacam ini, saya ingin berikan gambaran. Seseorang yang seperti Valentino, pembalap berusia 37 tahun dan punya semua untuk membuktikan kapasitasnya, menggunakan strategi semacam ini untuk menunjukkan ambisinya dan kelaparannya. dan Anda harus menghargai itu," tandasnya.

Selanjutnya, Rossi akan kembali bertarung di Grand Prix Catalunya, Minggu (5/6/2016) nanti. Bawa misi menebus kesalahan di Italia kemarin, juara dunia sembilan kali itu terhalang rekor kemenangan di markas Lorenzo dan Marquez tersebut.

sumber : sindonews.com
Read More

Monday, May 30, 2016

Unknown

Rio Raih Hasil yang Tidak Buruk

Direktur balap Manor Racing, Dave Ryan, mengaku puas dengan hasil yang didapat dua pebalapnya, Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein, pada balapan GP Monako di Sirkuit Jalan Raya Monte Carlo, Minggu (29/5).

Manor merupakan salah satu tim yang dua pebalapnya berhasil mengakhiri balapan di GP Monako. Total ada tujuh pebalap gagal finis di GP Monako, yang sebagian besar terjadi karena kecelakaan.

"Pada akhir pekan yang memperlihatkan begitu banyak insiden di depan dan belakang, dua mobil finis di posisi ke-14 dan 15 bukan hasil yang buruk," ujar Ryan seperti dikutip dari situs resmi Manor.

"Balapan yang cukup berat bagi kami dengan start basah dan tantangan lalu lintas khas Monako, sehingga sangat sulit untuk mempertahankan momentum yang kami miliki ketika memulai balapan," sambungnya.

Rio finis di posisi ke-15, di belakang Wehrlein. Kedua pebalap Manor terlihat kesulitan mengimbangi kecepatan para pebalap seperti Lewis Hamilton (Mercedes) yang memenangi balapan, serta Daniel Ricciardo (Red Bull Racing) di posisi kedua.

Rio finis empat lap di belakang Hamilton, sedangkan Wehrlein dua lap di belakang juara bertahan Formula One (F1) tersebut. Wehrlein bahkan menerima hukuman penalti 20 detik karena tidak menggubris bendera biru dan terlalu cepat saat virtual safety car.

"Kedua pembalap melakukan pekerjaan yang baik dalam debut Grand Prix mereka di sini dan meskipun Anda selalu berharap mundurnya beberapa peserta dapat mendatangkan hasil yang lebih baik, Pascal dan Rio berhasil menjaga diri mereka dari masalah dan mencapai bendera finis," ucap Ryan.

"Jadi, kami berharap ke Kanada sekarang. Jenis tantangan yang berbeda dan yang kami harapkan dapat lebih berpihak pada keunggulan kami."

Rio sendiri mengatakan kondisi trek yang basah di awal balapan mengganggu performanya di GP Monako.

"Hari ini kami menjalani balapan yang sulit. Fase awal balapan begitu menyulitkan bagi seluruh pebalap dengan kondisi lintasan yang basah, namun setelah itu saya berada di ritme kecepatan yang bagus," ujar Rio.

sumber : cnnindonesia.com
Read More

Thursday, May 26, 2016

Unknown

Sambutan Hangat WNI di Prancis Untuk Rio Haryanto

Rio Haryanto memulai petualangannya di seri keenam sirkus Formula 1 di Grand Prix Monaco. Pilot Formula 1 kebanggaan Indonesia itu mendapat sambutan hangat dari Warga Negara Indonesia (WNI) saat tiba di Prancis, Selasa (24/5).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis merangkap Monaco dan Andorra, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan secara langsung menjamu Rio dalam jamuan makan. Rio yang hadir dengan mengenakan seragam tim Manor Racing dipadu jins gelap sangat gembira dengan sambutan hangat masyarakat Indonesia di Prancis.

Sambutan ini akan membuat Rio bersemangat sebelum berlomba di balapan yang akan digeber akhir pekan ini di Sirkuit Monte Carlo, Monaco.  Bagi Rio, Grand Prix Monaco balapan di sirkuit jalanan Monte Carlo adalah momen yang sangat ditunggu.

"Berlomba di Grand Prix pertama saya di Melbourne adalah perasaan yang sangat istimewa tapi saya yakin bertanding di Grand Prix Monaco pertama saya akan terasa serupa,’’kata Rio seperti dikutip dari situs Rio Haryanto.

Rio memaparkan,’’Ini adalah pengalaman yang benar-benar unik, yang saya ketahui dari balapan GP2 di sini. Saya pernah berada di podium Monaco setelah finis di tempat ke-3 pada tahun 2014 dan atmosfer serta suasana orang-orang sekitar sangat luar biasa. Meskipun kami memiliki ambisi yang lebih realistis akhir pekan ini, semua orang tahu bahwa lomba di sini menciptakan peluang-peluang yang tidak ada di tempat lain - terutama jika hujan, yang diperkirakan akan turun pada hari Minggu."

sumber : sindonews.com
Read More

Tuesday, May 24, 2016

Unknown

Rio Terancam Gagal Balap Hingga Akhir Musim

Bukan rahasia lagi kiprah Rio Haryanto di ajang Formula 1 terganjal masalah dana. Meski prestasinya sebagai pembalap Indonesia pertama di ajang pacu jet darat terancam sirna, pemuda kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, enggan kehilangan fokus menatap seri balapnya.

Rio berhasil mencatatkan sejarah dengan jadi pembalap Indonesia pertama yang berlaga di ajang Formula 1. Dengan bantuan dana dari PERTAMINA, Rio berhak memesan satu kursi di tim Manor Racing untuk bersaing dengan Lewis Hamilton cs.

Total dana yang mesti dibayar Rio untuk berlaga di F1 berjumlah 15 juta euro atau sekitar Rp228 Miliar. Namun, dana sebesar itu jelas tak bisa dipenuhi secara langsung.

Setelah PERTAMINA bersedia membantu jadi sponsorship tim Manor dengan biaya sebesar 5 juta euro atau Rp80 miliar, sisanya sebesar 10 juta euro (Rp1537 miliar) pihak Rio yang mesti melunasinya. Namun, Rio tidak benar-benar ditinggal sendirian mengumpulkan dana sebanyak itu.

Pemerintah lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga telah melakukan penggalangan dana untuk membantu Rio. Beragam cara dilakukan mulai dari kampanye lewat pesan singkat atau SMS, bahkan meminta bantuan dari BUMN lain.

Namun, hingga kini belum juga terkumpul dana senilai 10 juta euro, sementara deadline pelunasan biaya akan jatuh pada akhir Mei ini. Jika belum lunas hingga jatuh tempo, bukan tak mungkin Rio bakal mengakhiri musim lebih cepat. Statusnya sebagai pembalap pertama Indonesia di ajang bergengsi pun sirna karena masalah dana.

Menanggapi kesulitannya, Rio mengaku belum punya jawaban pasti. Sadar dirinya dalam posisi sulit, Rio enggan terlalu memikirkannya dan cuma ingin fokus balapan.

"Saya tidak punya jawaban untuk masalah itu sekarang. Saya akan berikan yang terbaik tapi tentu saja dana jadi masalah," katanya kepada situs resmi F1.

"Masalah ini ditangani manajemen saya sehingga saya bisa konsentrasi penuh untuk balapan. Sebenarnya pertanyaan soal dana tidak berada di tangan saya, saya cuma ingin buktikan di atas lintasan untuk jadi yang terbaik. Tidak ada pertanyaan lagi, saya ingin bertahan dan menyelesaikan musim di sini," tegas Rio.

Selanjutnya, Rio masih akan bertarung di seri balap Eropa. Ia akan mengikuti Grand Prix Monaco di Sirkuit de Monaco, Monte Carlo, 29 Mei mendatang.

Bisa Saingi Pascal Wehrlein
Sudah lima seri balap Rio jalani musim ini. Bersama rekan setimnya, Pascal Wehrlein, Rio belum sekalipun mendulang poin untuk Manor Racing. Dua kali gagal menyelesaikan balapan (karena kerusakan mesin dan ditabrak), dan finis di posisi 17, 21, dan 17 didapat Rio.

Catatan itu tidak lebih baik ketimbang Pascal yang bisa finis di semua race karena belum mendapatkan masalah sekalipun. Namun ketika bisa menyelesaikan finis bersama, Pascal selalu dapat posisi yang lebih baik ketimbang Rio di mana ia mengakhiri balapan di peringkat 13, 18, dan 16.

Menanggapi hal tersebut, Rio secara terang-terangan memuji penampilan Pascal yang memang sudah jauh lebih pengalaman mengendarai mobil F1. Kendati demikian, optimistis diumbar pembalap Indonesia yang selalu bisa menyaingi catatan waktu tandemnya.

"Kami bekerja sangat baik bersama-sama. Ya dia sangat cepat dan mampu memotivasi saya. Di luar kemudi mobil, kami selalu bertukar ide karena kami berdua menginginkan yang terbaik untuk tim,"

"Dia adalah rekan setim yang keren. Dia adalah pembalap Mercedes masa depan dan ketika catatan waktu saya tidak terlalu jauh darinya, wow, itu sangat fantastis. Itu jadi referensi yang berguna bagi saya, tidak lebih lambat ketimbang dia," pungkasnya.

sumber : sindonews.com
Read More

Monday, May 23, 2016

Unknown

Kecewanya Rossi

Berharap bisa mengakhiri puasa kemenangannya di MotoGP Italia, Valentino Rossi malah gagal finis karena motornya bermasalah. The Doctor pun sangat kecewa.

Rossi menempati posisi start terdepan dalam balapan MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (22/5/2016). Dengan posisi start ideal, dia berharap bisa menang di Mugello untuk pertama kalinya sejak 2008.

Akan tetapi, harapan Rossi tak jadi kenyataan. Pebalap Movistar Yamaha itu bukan cuma gagal menang, tapi juga gagal menuntaskan lomba karena motornya bermasalah dan terlihat mengeluarkan asap pada lap kesembilan.

Padahal, saat itu Rossi tengah bersaing dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, untuk memperebutkan posisi terdepan. Lorenzo akhirnya keluar sebagai pemenang balapan setelah mengalahkan Marc Marquez.

"Apa yang bisa saya katakan? Sulit untuk mengatakan sesuatu. Maksud saya, ini adalah sesuatu yang sangat disayangkan. Selalu begitu ketika Anda mengalami kegagalan teknis dalam balapan," ujar Rossi seperti dikutip Crash.net.

"Namun, kali ini terasa lebih mengecewakan karena kami berada di Mugello dan punya atmosfer fantastis dengan banyak fans, dan khususnya karena saya sangat tangguh di sepanjang akhir pekan dan dalam balapan. Saya merasa sangat nyaman dengan motor dan sangat cepat," jelasnya.

"Jadi, tentu saja saya bisa mengejar kemenangan di Mugello, yang lebih dari sekadar target. Ini adalah salah satu mimpi saya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir karena kemenangan terakhir saya di sana adalah pada 2008," lanjut rider berusia 37 tahun itu.

"Hari ini saya sangat cepat dalam balapan. Dan saya saat itu berada di belakang Lorenzo, tapi saya pikir saya punya kecepatan yang sedikit lebih baik dibandingkan dia. Jadi, saya tentu saja bisa mencoba untuk menekan. Namun, sayangnya mesin motor rusak. Hal ini terasa sangat berat karena motor saya tak pernah rusak dalam balapan sejak Misano 2007. Sembilan tahun," kata Rossi.

"Sayangnya di lap keenam, motor saya mulai bermasalah dan kopling tidak terbuka, mungkin karena mesin sudah mulai agak macet. Karena alasan itulah saya melebar. Namun, dalam tujuh-delapan tikungan saya kembali membuntuti Lorenzo karena saya sedikit lebih cepat. Akan tetapi, setelahnya mesin rusak," katanya.

sumber : detik.com
Read More

Saturday, May 14, 2016

Unknown

FP2 Rio Naik Urutan 19

Pebalap Indonesia Rio Haryanto mengalami peningkatan signifikan di dua sesi pertama latihan bebas GP Spanyol. Rio merasa paket baru menujukkan awal bagus.

Dalam sesi latihan bebas pertama di sirkuit Catalunya, Jumat (13/5/2016), Rio melahap 34 lap dengan catatan waktu terbaik satu menit 29,052 detik. Catatan itu menempatkan pembesut tim Manor itu di posisi 21 dari 22 pebalap.

Rio kemudian turun di sesi latihan bebas kedua dengan mobil yang telah mendapatkan pembaruan pada spesifikasinya. Hasilnya driver kelahiran Surakarta itu mempertajam catatan waktunya ke satu menit 27,252 detik dan naik ke posisi 19.

Rio merasa ini adalah sinyal bagus dari pembaruan yang diberikan timnya. Pebalap 23 tahun itu yakin dengan sejumlah polesan ke depannya, performa MRT-05 miliknya akan jauh lebih baik.

"Di FP1 kami memakai mobil spesifikasi lama sebelum beralih ke paket baru untuk FP2. Paket bekerja cukup baik, meskipun ini baru awal dan kami perlu menyempurnakannya sedikit lagi, tapi sejauh ini saya senang," ujar Rio dalam rilis yang diterima detikSport.

"Sore ini kami telah menyelesaikan serangkaian laju dengan jarak tempuh pendek dan panjang, untuk mencoba memahami keseimbangan mobil dan keausan ban. Jadi tadi adalah hari yang cukup sibuk. Sebuah awal yang baik dan saya berharap kami dapat meningkatkan performa menjelang kualifikasi," ungkapnya

sumber : detik.com
Read More

Thursday, May 12, 2016

Unknown

Rekan Setim Rio Berharap Rio Bertahan Bersama Manor

Pembalap Manor Racing, Pascal Wehrlein berharap rekan satu tim nya - Rio Haryanto tetap bertahan bersamanya di ajang Formula 1. Pascal menyebut Rio berpotensi menjadi pembalap yang diperhitungkan.

Pascal merujuk pada keberhasilan Rio mengalahkan Stoffel Vandoorne yang memiliki mobil lebih baik di ajang GP2. Meski mengaku iklim Formula 1 berbeda, namun Pascal percaya Rio punya bakat yang membuatnya mampu mengalahkan pembalap dengan jenis mobil lebih baik.

"Saya sudah pernah mengatakan bahwa Rio bukan pembalap jelek. Dia keempat di GP2, dia mengalahkan Stoffel Vandoorne yang punya mobil lebih bagus," kata Pacal, dikutip Sport Mole.

Pascal juga menyinggung tentang kondisi Rio yang higga kini masih mencari dana untuk mendukungnya tampil di ajang F1. Sampai-sampai pemerintah turun tangan menggalang dukungan untuk Rio.

"Saya sangat berharap Rio bisa menyelesaikan balapan hingga akhir musim dan tidak harus berhenti di paruh pertama musim balap," lanjut Pascal.

Akhir pekan ini, Pascal dan Rio akan kembali turun lintasan untun melakoni race kelima di Sirkuit Catalunya, Spanyol, Minggu (15/5/2016).

sumber : sindonews.com
Read More
Unknown

Rossi Tidak Lagi Lakukan Selebrasi Unik Karena Sebab Ini

Selain terkenal karena gayanya yang eksentrik, Valentino Rossi juga terkenal dengan beberapa selebrasi unik yang ia lakukan. Namun, belakangan ini Rossi sudah tidak lagi melakukan selebrasi-selebrasi unik lainnya. Mengapa demikian?

Menurut Rossi untuk melakukan hal itu dirinya harus berada dalam suasana hati yang tepat. Selain itu, dirinya juga tidak mau memaksakan harus melakukan selebrasi unik karena menurutnya jika tidak tepat dengan momen yang ada maka selebrasi yang dilakukan tidak akan tepat.

Beberapa selebrasi Rossi yang terkenal pada saat ia masih berusia muda dulu seperti menggunakan kostum Peter Pan, lalu ia juga pernah melakukan selebrasi bak seorang tahanan yang lepas dari tahanan.

“Anda harus berada dalam suasana hati yang tepat untuk melakukannya. Selebrasi unik memang selalu menyenangkan,” ujar Rossi seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Kamis (12/5/2016).

“Akan tetapi jika kita tidak memiliki ide yang tepat dan momen yang tepat lebih baik tidak melakukan hal apa pun. Lagipula dulu saya bisa memenangkan 11 balapan di satu musim, Anda memiliki kesempatan untuk melakukannya. Sekarang kemenangan yang didapat lebih sedikit, jadi saya memilih untuk menikmati momennya bersama tim, mekanik, dan lainnya,” jelas Rossi.

sumber : okezone.com
Read More
Unknown

KLB Jalan Terus Walau Sanksi PSSI Dicabut

Kabar gembira kini tengah menyelimuti persepakbolaan Tanah Air. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi baru saja mencabut sanksi pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada Selasa, 10 Mei 2016. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyambut baik langkah yang dilakukan Menpora atas pencabutan sanksi itu.

"Ya bagus, saya menyambut baik pencabutan sanksi itu, ada arahan ke KLB (Kongres Luar Biasa) PSSI juga udah lebih bagus ya dan statuta juga udah kita ikuti semua ya," ujar Umuh saat dihubungi wartawan, Rabu, 11 Mei 2016.

Menurut dia, pencabutan sanksi itu tak akan mengganggu rencana KLB PSSI. Justru, kata Umuh, dengan adanya pencabutan sanksi PSSI itu menjadi penguat bagi berlangsungnya KLB. "KLB harus terus jalan. Sekarang sanksi dicabut terus PSSI siapa rodanya, siapa yang menggerakkan PSSI nanti? Kan La Nyalla enggak ada," ujarnya.

Menurut Umuh, posisi La Nyalla Mattalitti memang kembali resmi jadi ketua umum PSSI pascapencabutan sanksi oleh Menpora. Namun, ucap dia, tanggung jawab La Nyalla sebagai ketua umum nyaris tidak ada dan cenderung lepas tangan.

"Kalau dicabut ya dia (La Nyalla) jadi ketua umum lagi, tapi kan dia enggak ada ya terus kita mengajukan kan untuk KLB ini juga harus cepat direalisasikan dan mereka juga harus cepat tanggap juga," katanya.

La Nyalla sendiri saat ini tak diketahui keberadaannya. Ketua PSSI itu buron setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang menangani kasus ini masih menelusuri keberadaan La Nyalla yang juga merupakan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu.



sumber : tempo.co
Read More

Tuesday, May 10, 2016

Unknown

Ternyata Rio Sudah Punya Kekasih


PEMBALAP kebanggaan Indonesia yang berlaga di ajang balap jet darat paling bergengsi Rio Haryanto ternyata sudah memiliki kekasih.

Hal ini terlihat saat pembalap Manor Racing itu berfoto  bersama sang ibu dan seorang gadis cantik beredar di media sosial Facebook fanbase F1 Lovers Indonesia.

Tim Jawapos.com (Induk JPNN) pun mencoba menilik gadis cantik ini dan beberapa fakta menarik terungkap. Sosok ayu tersebut bernama Sarah Noon.

Sekilas, Sarah memang seperti gadis bule, tapi ternyata dia adalah orang asli Indonesia berdarah campuran. Ibunya asli orang lokal sementara ayahnya yang bernama Steve Noon adalah pria asli Rep Irlandia.

Ketika menilik akun Instagram Sarah, memang tak ada satu pun foto dia bersama Rio. Tapi, ada unggahan yang menjelaskan bahwa gadis ini adalah kekasih dari pembalap paling andal di Indonesia tersebut.

Semakin menarik ketika menengok akun askfm Sarah yang kembali memperjelas hubungannya dengan Rio. Ada seseorang yang bertanya sudah berapa lama dia menjalin hubungan spesial dengan Rio, Sarah menjawab dengan singkat "Tebak sendiri ya :p."

Gadis kelahiran 1992 ini memang sangat cantik. Tapi, terlihat bersahaja dan sederhana. Beberapa foto di akun instagram resminya @sarah_noon memperlihatkan itu dengan jelas.

Memiliki followers hingga 12 ribu, Sarah dan Rio baru sama-sama memfollow satu sama lain. Sebuah indikasi bahwa mereka mulai terbuka kepada media akan hubungannya.

sumber : jpnn.com
Read More
Unknown

Keceplosan Ngomong Bos Yamaha Anggap Vinales Jadi Rekan Baru Rossi

Keberhasilan Maverick Vinales naik podium di Grand Prix Prancis tak hanya membuat sumeringah tim Suzuki. Bos Yamaha Lin Jarvis juga girang sampai keceplosan menganggap rider belia asal Spanyol sudah resmi jadi bagian tim Garpu Tala.

Vinales meraih podium ketiga, di bawah duet Yamaha Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi dalam balapan yang berlangsung Minggu (8/5/2016). Keberhasilan itu jadi yang pertama didapat Vinales sejak naik kelas dari Moto2 musim lalu.

Hal itu rupanya membuat Lin Jarvis girang. Bos Yamaha yang memang sedang merayu Vinales gabung ke timnya musim depan, secara mengejutkan menganggap Vinales sudah resmi jadi pembalapnya.

"Untuk pertama kalinya, kami bisa dapat tiga podium sekaligus," ucap Jarvis dikutip Marca. Maksudnya adalah Yamaha meraih tiga podium berkat duet Lorenzo dan Rossi, dan satu lagi dari Vinales yang dianggap sudah resmi menerima pinangannya.

Sejauh ini, Vinales memang belum memberikan keputusan apakah menerima tawaran Yamaha. Namun ia menegaskan sudah semakin menemui titik terang untuk menentukan masa depannya.

Yamaha sendiri bergegas mencari pembalap baru untuk rekan duet Rossi musim depan. Hal itu dikarenakan Lorenzo telah resmi menerima tawaran Ducati.

sumber : sindonews.com
Read More

Monday, May 9, 2016

Unknown

Serunya Aksi Rossi Menyalip Para Pebalap MotoGP

crash net
Pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, berhasil menjadi juara pada GP Perancis yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Minggu (8/5/2016). Sementara itu, posisi kedua diraih rekan satu tim Lorenzo, yakni Valentino Rossi, dan posisi ketiga diraih Maverick Vinales dari Suzuki Ecstar.

Namun, sebelum menggapai posisi itu, "The Doctor", julukan Rossi,harus berjuang keras. Sebab, ia startdi urutan ketujuh dan terus memperbaiki posisinya menjadi keenam dan bisa naik kelima pada lap kedua. Masuk putaran ketiga, pebalap tiga besar menjadi Dovizioso, Iannone, dan Marquez.

Namun, Ianonne terjatuh pada lap ketujuh. Posisi di depan menjadi Lorenzo, Dovizioso, dan Marquez. Masuk ke putaran 10, "Baby Alien" (Marquez) terus berusaha mendekati laju Dovizioso dan Rossi berada di belakangnya.

Tak lama setelah itu, Rossi terlibat duel dengan Marquez untuk memperebutkan posisi ketiga dan usahanya berhasil pada lap ke-13. Di depannya, masih ada Dovizioso yang harus dikejar. Untungnya, pada putaran selanjutnya, "The Doctor"bisa mendahului pebalap Ducati sehingga Rossi pun berada di posisi kedua.

Posisi Rossi sedikit aman ketika Dovizioso dan Marquez jatuh bersamaan tanpa bersenggolan di lap ke-16. Urutan ketiga dan keempat berubah diisi oleh Vinales dan Dani Pedrosa. Hingga balapan usai, urutan tidak berubah, Lorenzo finis pertama, Rossi kedua, dan Vinales ketiga.

Urutan klasemen sementara pun ikut berubah. Marquez harus puas turun ke posisi kedua dengan 85 poin, digantikan Lorenzo yang naik ke urutan pertama (90 poin) dan ketiga Rossi (78 poin).

sumber : kompas.com
Read More