Showing posts with label pemerkosaan. Show all posts
Showing posts with label pemerkosaan. Show all posts

Friday, June 3, 2016

Unknown

Murid 13 Tahun Menghamili Guru

Seorang ibu guru di Texas, Amerika Serikat, akhirnya dinyatakan positif hamil setelah berhubungan seks dengan muridnya yang masih berusia 13 tahun.

Ibu guru bernama Alexandria Vera (24) itu, suatu saat, melajukan kendaraannya menuju rumah seorang muridnya dengan alasan untuk mengantar murid kesayangannya.

Namun, di dalam mobil, Vera mencium muridnya itu berulang kali. Padahal, awalnya ia hendak menurunkan anak itu di halte bus sekolah.

Pada hari yang lain, ketika orangtua murid itu sedang tidak di rumah, ia melakukan hubungan seks dengan murid itu.

Komunikasi mereka menjadi semakin lancar setelah Vera memberikan nomor telepon selulernya kepada muridnya melalui media sosial Instagram.

Sejak itu, kata polisi Texas, mereka berhubungan hampir setiap hari sehingga akhirnya Vera pun hamil.

Vera mengaku telah memiliki hubungan khusus dengan murid laki-laki remaja sejak September tahun lalu.

Kasusnya ini dimulai ketika bocah laki-laki itu tidak hadir di kelas dan Vera, sang guru bahasa Inggris itu mengirim pesan kepadanya melalui Instagram.

Dalam dokumen di pengadilan Houston disebutkan, Vera memberi nomor telepon kepada muridnya itu. Hubungan pun berkembang hingga mereka berhubungan seks hampir setiap hari.

Pasangan ini tampaknya tidak berusaha untuk menyembunyikan perselingkuhan mereka. Orangtua murid pun memberikan dukungan penuh dengan mengatakan “gembira dengan (kehadiran) bayi”.

Salah satu murid mengatakan kepada situs berita Eyewitness, “Dia suka meremas pantat ibu guru dan semua melihatnya. Lalu mereka mempergunjingkannya.”

Seorang juru bicara sekolah mengatakan, “Ketika tuduhan itu dibuat pada April lalu, guru itu segera dipecat dari sekolah dan dikenakan cuti administratif.”

Vera sekarang menghadapi tuduhan pelecehan seks terhadap anak. Namun, polisi tidak dapat menemukan bukti yang dapat dijadikan alasan untuk menangkapnya.

sumber : kompas.com
Read More

Monday, May 30, 2016

Unknown

Lagi Perbuatan Biadab, Gadis 14 Tahun Diperkosa

Seorang anak perempuan di bawah umur kembali menjadi korban pemerkosaan massal yang dilakukan oleh sekelompok orang di Tanggul Kali Sekretaris, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Empat tersangka yang menyetubuhi korban berinisial M (14 tahun) telah tersangka, yaitu Ariyadi alias Ari (24), Slamet alias Gidoi (20), Teguh Wicahyo alias Dower (20), dan Hendi Rohman alias Mancay (20).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 01.15 WIB-04.00 WIB, Ahad (29/5). "Mereka telah ditangkap oleh Gabungan Unit PPA, Krimsus dan Krimum beserta PAWAS Reskrim," ujar Awi.

Awi menuturkan, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 31 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Untuk mereka yang masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) antara lain, Bewok, Cacing, Ebing, dan Wiwin.

Untuk saat ini, Polres Metro Jakarta Barat masih mengembangkan kasus ini dengan meminta keterangan dari empat orang saksi. Mereka adalah M Solihin (25), Wahyudin Samsudin (19), Darmawanta (28), dan Ikhwanudin (29).

sumber : republika.co.id
Read More

Monday, May 23, 2016

Unknown

Diperkosa 12 Pemuda di Sawah Seorang Gadis di Pemalang

Gadis warga Desa Pener Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (18) menjadi korban pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh 12 pemuda di tengah sawah.

Dalam pemeriksaan polisi menyebutkan bila peristiwa ironis ini terjadi Kamis (19/5) sekitar 22.00 WIB. Korban diajak oleh T, yang tak lain adalah tetangga yang juga teman dekatnya ke gubuk yang ada di tengah area persawahan desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang.

Tak disangka, T memperkosa korban yang diikuti oleh beberapa pelaku lain yang juga pemuda desa setempat. Setelah diperkosa, korban langsung ditinggalkan pelaku hingga kemudian korban melaporkan diri ke polisi.

Polisi yang menerima laporan korban langsung bergerak melakukan penyelidikan. Empat pemuda desa yang diduga sebagai pelaku ditangkap dan kini diamankan di Mapolres Pemalang.

Mereka adalah AK (22), SYT (26), MK (30) dan RN (20), yang kesemuanya warga Desa Pener Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jateng. Sedangkan untuk pelaku T yang merupakan teman dekat korban sampai saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

"Kita masih terus kembangkan cari pelakunya, karena diduga pelaku berjumlah 12 orang", kata Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winisuda kepada CNN Indonesia.

Dari penyelidikan sementara, kasus perkosaan ini dipicu oleh minuman keras yang dikonsumsi para pelaku.

sumber : cnnindonesia.com
Read More

Friday, May 13, 2016

Unknown

Pemerkosaan Gadis di Surabaya Terkait Gang Dolly Ujar Risma


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan kasus pencabulan anak yang mirip dengan tragedi Yuyun di Bengkulu masih berhubungan dengan penutupan eks lokalisasi Gang Dolly. Sayangnya, Risma enggan menjelaskan secara detail hubungan pencabulan anak itu dengan kompleks pelacuran tersebut. "Peristiwa ini ada benang merahnya dengan Dolly,” katanya di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Kamis, 12 Mei 2016.

Risma lantas merinci kronologi pemerkosaan terhadap Nona (nama samaran), yang terjadi sejak ia berusia 4 tahun. Menurut Risma, korban melihat semua kejadian di Dolly sewaktu masih beroperasi. “Ini seperti fenomena gunung es,” ujarnya. Sebab itulah, Risma nekat menutup Dolly karena ingin menyelamatkan anak-anak yang kerap melihat kejadian di Dolly. Fenomena gunung es itu terbukti dan berdampak pada anak-anak, termasuk peristiwa pencabulan terhadap Nona kali ini.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini mengaku sering menyampaikan kepada para orang tua selalu mengawasi anak-anaknya dengan ketat. Alasannya, pencabulan itu tidak hanya terjadi pada anak-anak yang sudah dewasa, tapi juga anak-anak yang duduk di bangku SD dan SMP. “Makanya, pengawasan lebih ketat, walaupun masih SD atau SMP,” ujarnya.

Berdasarkan sumber Tempo dari pihak kepolisian, benang merah yang dimaksudkan Risma adalah orang tua korban dulunya adalah mantan pekerja seks eks lokalisasi Dolly. Faktor itu menjadi salah satu pendorong korban menjadi korban pencabulan dan ketagihan seks. Korban menjadi korban pencabulan sejak usia 4 tahun. Setiap kali akan dicabuli, korban selalu diberi pil Double L oleh pelaku, sehingga dia juga ketagihan pil koplo ini.

Kepala Polretabes Surabaya Komisaris Besar Iman Sumantri mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Delapan tersangka pun ditangkap. Mereka adalah MI, 9 tahun, SD kelas III; MY (12) kelas VI; BS (12) kelas V; JS (14) kelas VIII SMP; AD (14) kelas VIII SMP; serta LR (14), HM (14), AS (14) yang masih sama-sama duduk di bangku kelas IX SMP.

Menurut Iman, AS mencabuli korban sejak berusia 4 tahun. AS sering mencekoki korban dengan pil Dobel L sehingga lama-lama kecanduan seks. Saat korban dalam pengaruh obat, AS mengajak tujuh temannya mencabuli korban. “Korban dicabuli berkali-kali," ujarnya.

sumber : tempo.co
Read More
Unknown

Astaga ! Sejak 9 Tahun Siswi SMP Jadi Korban Geng Cabul

Berita tentang pemerkosaan anak di bawah umur seakan belum mau menjauh dari kita. Terakhir, kasus yang terungkap di Surabaya Kamis (12/5) begitu sangat mengejutkan. Sebab, fakta tentang pelaku dan korban begitu memilukan lantaran semua pelaku dan korbannya masih belia.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Iman Sumantri mengatakan, kasus pemerkosaan yang diungkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya itu melibatkan delapan pelaku. ’’Tiga masih duduk di bangku SD dan lima lainnya duduk di bangku SMP,’’ ungkapnya di Mapolrestabes Surabaya kemarin.

Pelaku paling muda berumur 9 tahun yang baru kelas III SD, sedangkan yang tertua berusia 14 tahun (kelas III SMP). Delapan pelaku pencabulan tersebut adalah MI, 9; MY, 12; JS, 14; AD, 14; BS, 12; LR, 14; As, 14; dan HM, 14.

’’Mereka tinggal di satu lingkungan yang sama, yakni daerah Kalibokor Kencana, Surabaya,’’ jelas Iman.

Kepiluan terus berlanjut. Korban pencabulan delapan bocah bau kencur itu ternyata juga masih sa- ngat muda. Bunga (nama sama- ran) baru menginjak umur 13 tahun dan duduk di kelas I SMP.

Kasus pencabulan dengan pelaku dan korban di bawah umur itu tercium polisi sejak Minggu (8/5). Awalnya, Unit PPA Polrestabes Surabaya memperoleh laporan tentang tindakan asusila yang dilakukan anak-anak.

Dari keterangan para tersangka, diperoleh kisah yang sangat memprihatinkan. Pencabulan yang melibatkan anak-anak di bawah umur tersebut terjadi sejak 9 tahun lalu. Tepatnya saat korban masih berusia 4 tahun. Orang yang pertama melakukannya adalah AS, teman sepermainan Bunga.

Tindak asusila itu kali pertama dilakukan di balai RW dekat rumah mereka. Aksi tersebut terus dilakukan setiap hari. Bahkan, menginjak kelas VI SD, tersangka AS juga mencekoki Bunga dengan pil narkoba Double L sampai Bunga ketagihan obat terlarang itu hingga kini.

Parahnya, sejak April lalu, AS mengajak tujuh pelaku lain untuk menyetubuhi Bunga.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Iman Sumantri menegaskan, pemeriksaan terhadap para tersangka pencabulan itu masih bisa terus berkembang dan akan ditindaklanjuti.

Untuk kasus pidanannya, polisi dengan tiga melati di pundak itu menjelaskan, ada undang-undang khusus yang diberlakukan untuk kasus tersebut. Sebab, sebagian besar pelaku masih di bawah umur. Pihaknya akan terus memproses hingga ke tahap pengadilan.

sumber : jpnn.com
Read More

Thursday, May 12, 2016

Unknown

Sadis Siswi SMK Diperkosa hingga Tewas

Kasus pemerkosaan anak di bawah seakan tak kunjung berhenti. Setelah kasus Yuyun, 14 yang diperkosa 14 pemuda, kini muncul kabar yang tak kalah mengerikan. Yakni siswi SMK Muhammadiyah Kotabumi, Bandarlampung, FL, 17 diperkosa tiga pria sampai tewas. Mayatnya lalu dibuang ke sungai.

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan FL berhasil diungkap Polres Lampung Utara. Bahkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, polisi menangkap tiga pelakunya.

Ketiga pelaku itu adalah Dedi Wijaya, 28, warga pasar pagi Kotabumi; Budiyono, 24; dan Ari Purnomo, 29. Dua nama terakhir adalah warga Sindangsari Kotabumi.

Berdasarkan pengakuan salah satu tersangka, Dedi, korban sempat dianiaya dan diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh. Setelah itu mayatnya dibuang ke sungai Batanghari.

Warga Pasar Pagi Kotabumi ini, menyatakan, awalnya dia diajak oleh tersangka Ari yang berniat mengambil handphone dan uang milik korban.

Saat itu mereka bertiga mengikuti korban yang mengendarai motor di dalam perkebunan sawit.

“Di lokasi itu Ari memukul kepala belakang korban pakai kayu, dan saya memukul dadanya hingga dia (korban) tak sadarkan diri. Lalu Ari mengambil HP dan uangnya,” ujar Dedi, Selasa (10/5).

Saat korban tak sadarkan diri, lanjut Dedi, muncul hasrat untuk memperkosa korban. “Saya yang pertama memperkosanya, lalu Budi dan terakhir Ari,” ujar pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh angkut di pasar.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, dia kembali memukul dada korban dengan kayu hingga akhirnya korban meregang nyawa.

“Setelah kamu gituin (perkosa), korban saya pukul lagi hingga meninggal, lalu kami buang ke sungai,” pungkas Dedi, seperti dikutip dari laman radaralampung.co.id (JPNN Group), Rabu (11/5).

Sebelumnya, warga Ulakderian, Kelurahan Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi, Lampura digegerkan dengan penemuan mayat seorang siswi di aliran sungai Batanghari daerah setempat.

Mayat itu ditemukan dalam kondisi terlentang dengan mengenakan pakaian seragam pramuka. Kemudian, kabar penemuan itu diketahui oleh salah seorang kerabat korban dan langsung pihak keluarga datang ke lokasi penemuan mayat tersebut dan mengevakuasi jenazah korban yang merupakan siswi SMK Muhammadiyah Kotabumi.

sumber : jpnn.com
Read More
Unknown

Peringkat 10 Negara Teratas Dengan Kasus Pemerkosaan Tertinggi

Kasus pemerkosaan menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini. Kasus tersebut bermunculan dengan tak sedikit korban merupakan anak di bawah umur.

Di negara lain, kasus pemerkosaan pun ikut meresahkan. Pemerkosaan  yang mencakup pemaksaan fisik maupun psikologi. Abcnewspoint.com mencatat 10 negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi pada 2015.

Kendati daftar ini masih jadi perdebatan karena diragukan, berikut daftar 10 negara itu menurut Abcnewspoint.com.

1. Afrika Selatan

Afrika Selatan merupakan negara multietnik dengan budaya dan agama yang berbeda. Afrika Selatan merupakan salah satu negara maju di Afrika. Kejahatan sudah biasa terjadi di negara tersebut. Mayoritas kasus seperti pembunuhan, kekerasan dan pemerkosaan. Angka pemerkosaan terbilang tinggi dengan angka rata-rata 132,4 per 100 rbu warga.

2. Bostwana

Bostwana yang berada di Afrika bagian selatan juga menjadi salah satu negara dengan tingkat pemerkosaan cukup tinggi. Di negara itu rata-rata tingkat pemerkosaan yakni 92,9 korban per 100 ribu warga. Kondisi itu membuat wanita di sana menjadi tidak aman.

3. Lesotho

Lesotho merupakan negara miskin di Afrika bagian selatan. Lebih dari 40 persen warga hidup di bawah angka kemiskinan. Kejahatan yang terjadi di negara tersebut termasuk penculikan, pembunuhan, penjualan manusia, kekerasan, dan pelecehan seksual. Berdasarkan data terakhir angka rata-rata pemerkosaan mencapai 82,7 korban per 100 ribu warga.

4. Swaziland

Swaziland yang berada di wilayah Afrika juga menjadi salah satu negara dengan tingkat pemerkosaan tertinggi. Data terakhir mengungkapkan tingkat kejahatan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Rata-rata pemerkosaan yakni 77,5 per 100 ribu orang

5. Bermuda

Bermuda merupakan wilayah yang masuk dalam teritori Inggris di luar negeri. Wilayah ini sebelumnya terbilang aman. Namun dalam beberapa tahun terakhir angka kejahatan meningkat termasuk pencurian dan kekerasan seksual. Ada sekitar 67,3 kasus insiden pemerkosaan per 100 ribu warga.

6. Swedia

Swedia merupakan negara Skandinavia d utara Eropa. Swedia menjadi negara ketiga terbesar di Uni Eropa dengan jumlah penduduk mencapai 9,7 juta jiwa. Sejumlah kejahatan menghantui Swedia dari mulai korupsi, perampokan, bunuh diri hingga kejahatan seksual. Tingkat rata-rata angka pemerkosaan mencapai 63,5 korban per 100 ribu warga.

7. Suriname

Suriname berada di Amerika bagian selatan yang masuk dalam negara Karibia. Terdapat sejumlah kejahatan termasuk pembunuhan, perampokan, perdagangan narkotika hingga pemerkosaan. Berdasarkan data terhadap 45,2 wanita yang menjadi korban dari 100 ribu orang.

8. Kostarika

Kostarika merupakan negara di bagian Amerika tengah yang memiliki 4,5 juta penduduk. Kostarika terbilang negara yang cukup agresif di kawasan Amerika Latin. Kejahatan di sana dari mulai pencurian, pencopetan hingga pelecehan seksual. Angka rata-rata kasus pemerkosaan 36,7 korban per 100 ribu warga.

9. Nikaragua

Nikaragua merupakan negara multi etnik di Amerika Tengah. Berdasarkan catatan UNDP, Nikaragua merupakan salah satu negara teraman di Amerika Tengah. Namun tidak untuk wanita. Angka kasus pemerkosaan mencapai 31,6 kasus per 100 ribu warga.

10. Granada

Granada merupakan negara yang terletak di selatan Laut Karibia. Angka rata-rata pemerkosaan di Granada mencapai 30,6 kasus per 100 ribu orang.
sumber : republika.co.id
Read More