Showing posts with label polisi. Show all posts
Showing posts with label polisi. Show all posts

Thursday, May 26, 2016

Unknown

Fenomena Kaus Turn Back Crime

Kaus yang sering digunakan anggota kepolisian dengan tulisan Turn Back Crime cukup ramai diburu masyarakat sipil. Kaus berkerah dengan warna biru dongker itu dianggap membuat si pemakai merasa gagah dan percaya diri.

Sosiolog Universitas Indonesia Ricardo S Adnan mengatakan, fenomena kaus kepolisian Turn Back Crime yang banyak dipakai sipil itu lazim terjadi. Fenomena itu menurutnya mirip dengan beredarnya kaus loreng ala militer.

"Kalau saya lihat sama saja kaus itu seperti fenomena seragam atribut militer tentara. Yang motif loreng-loreng itu," kata Ricardo kepada Metrotvnews.com, Rabu (25/5/2016).

Selain itu, menurut dia, fenomena itu sama juga seperti warga yang memburu jersey klub sepak bola idolanya. Itu menurutnya lumrah terjadi pada masyarakat Indonesia.

"Intinya adalah untuk eksistensi diri, bahwa kita masuk gerbong orang-orang yang dibanggakan atau kelompok yang dibanggakan," tambah Ricardo.

Di sisi lain, Ricardo melihat fenomena itu seolah menegaskan karakter masyarakat yang cenderung mudah ikut-ikutan. Terlebih, tidak ada larangan khusus bagi sipil untuk membeli dan menggunakannya.

"Ikut-ikutan ingin eksis saja. Pada sisi lain ini mencerminkan kita belum punya jati diri. Kenapa bukan kita sendiri yang jadi trendsetter," ungkap Ricardo.

Kaus kerah biru dongker dengan tulisan Turn Back Crime menjadi satu pakaian yang cukup diminati warga sipil. Kaus itu tak lagi identik digunakan anggota kepolisian. Sebab, banyak warga sipil yang membeli dan menggunakan kaus itu sehari-hari.

Menurut Marwan, salah satu pedagang kaus di kawasan Blok M, kaus bertuliskan Turn Back Crime itu mulai ramai dibeli usai ledakan bom Thamrin. Kala itu, polisi nampak heroik mengatasi kasus teror bom Thamrin yang cukup menyentak.

Secara resmi, kaus itu diluncurkan pada November 2015. Itu bukan seragam resmi kepolisian. Kalimat Turn Back Crime secara arti juga merupakan motto dari Interpol.

Namun, sorotan mulai tertuju pada seragam itu lantaran banyak disalahgunakan. Beberapa kasus kriminal mengungkap si pelaku menggunakan kaus itu untuk melancarkan aksi kejahatannya.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti secara terang-terangan tak melarang penjualan kaus itu secara umum. Badrodin menegaskan itu bukan seragam resmi kepolisian. Hanya, dia berpesan agar masyarakat tak hanya mengenakan kaus itu, tapi juga secara nyata membantu kepolisian mencegah tindak kejahatan.

"Jangan sampai menggunakan atribut itu untuk kejahatan," kata Badrodin.

sumber : metrotvnews.com
Read More
Unknown

Seorang Ibu Marah Marah Tidak Terima Ditilang

Seorang ibu rumah tangga (IRT) tampak marah-marah ketika ditilang petugas Polres Batanghari, dalam Operasi Patuh Jaya di Kabupaten Batanghari, Jambi, Selasa (24/5/2016).

Kejadian bermula ketika anggota polres yang bertugas melakukan razia patuh jaya di pusat Kota Muaro Bulian, memberhentikan kendaraan yang ditunggangi pasangan suami istri warga Bulian.

Ketika diperiksa surat-suratnya, sang suami tidak dapat menunjukkan kelengkapan mengemudi dan lainnya.

Dan saat petugas hendak memberikan surat tilang, wanita yang diboncengnya yang tidak lain adalah istrinya, tidak terima dengan tindakan petugas.

Tanpa sebab yang jelas, sang ibu yang tidak diketahui identitas dan namanya terus menolak dilakukan tilang dan terus menghujat petugas.

Dengan sabar petugas mencoba menenangkan ibu tersebut, bahkan dalam aksinya ibu tersebut sempat berakting pingsan dan kesurupan.

Bahkan dalam video itu tampak seorang polisi ikut tersulut dan marah-marah. "Bawa aja-bawa, borgol-borgol," teriaknya.

Namun anggota polisi lainnya coba memberikan penjelasan hingga ibu itu bersedia ditilang.

sumber : tribunnews.com
Read More

Wednesday, May 25, 2016

Unknown

Karier AKBP BH di Polri Habis Akibat Aniaya Polwan Anak Petinggi BNN

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan AKBP BH yang dilaporkan karena menganiaya Bripka M, Polwan cantik anak petinggi BNN, tidak akan mendapatkan promosi kenaikan jabatan karena kasus yang menjeratnya. 

"Namanya sudah ditarik ya, tidak dipromosikan lagi," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, terkait sanksi kepada pelaku, saat dikonfirmasi, Selasa (24/05/2016).

Menurut Badrodin, perwira itu kini telah dicopot jabatannya di Polda Jabar dan dikandangkan Mabes Polri di bagian Lembaga Pendidik Polisi (Lemdikpol). "Sekarang dia (AKBP BH) di Lemdikpol," tegas dia.

Badrodin membenarkan adanya laporan tindakan kekerasan yang dilakukan AKBP terhadap Polwan cantik yang juga teman dekat pelaku pada April 2016 lalu.

Menurut Kapolri, kasus ini sudah diproses dan sejumlah sanksi sudah dijatuhkan. "Sudah diproses hukum," tegas jenderal polisi bintang empat itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tindak penganiayaan dilakukan AKBP BH di salah satu hotel berbintang di wilayah Jakarta Pusat.  Dari lokasi penyidik menemukan bukti dugaan tersebut. Diketahui juga keduanya memiliki hubungan asmara.

sumber : rimanews.com
Read More

Wednesday, April 13, 2016

Unknown

Dipalak 20 Ribu Untuk Parkir, Dua Orang Ditangkap Polisi

Dua anggota Organisasi Kepemudaan (OKP) yaitu Muhamad Ridwan (46) warga Jalan Makmur, Gang Sedot, dan M Sidik alias Seger (46) warga Jalan Sei Deli, Kota Medan, diamankan polisi. Keduanya diadukan oleh ot (33) warga Jalan BR Lembah Pangkung Mengwi, Kecamatan Badung, Bali, karena minta uang parkir hingga Rp 20.000.

"Kita sedang memeriksaan kedua anggota OKP tersebut. Kita juga mengamankan barang bukti uang Rp 2.438.000 dan selembar kertas surat perintah. Kedua pelaku akan kita kenakan Pasal 368 tentang pemerasan," kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, Selasa (12/4/2016).

Awalnya, Jarot yang baru keluar dari parkiran kawasan gedung Selecta di Jalan Listrik Medan, kaget bukan kepalang karena dimintai tarif parkir yang menurut dia mahal.

Dia mencoba menawar, akhirnya turun menjadi Rp 15.000.

Setelah memberikan uang, korban meninggalkan lokasi. Tetapi karena merasa menjadi korban pemerasan, Jarot membelokkan arah mobilnya menuju Mapolsek Medan Baru.

Berdasarkan pengaduan Nomor LP/ 348 /IV/SU/Polresta/sek Medan Baru, kedua pelaku diringkus dengan cepat. Saat ini, kedua pelaku sedang menjalani pemeriksaan.

sumber : kompas.com
Read More