Showing posts with label luar batang. Show all posts
Showing posts with label luar batang. Show all posts

Wednesday, May 4, 2016

Unknown

Provokator di Luar Batang


Kampung Luar Batang, Jakarta Utara, memanas. Berhembus isu tawaran uang Rp 1 miliar terkait penataan wilayah dan warga Luar Batang juga terprovokasi surat peringatan penggusuran.

Kisah ini berawal dari kunjungan Sekda DKI Saefullah ke Kampung Luar Batang pada Senin 2 Mei 2016 malam. Ia berniat membuatkan seragam bagi pengurus masjid di Luar Batang. Rencananya, masjid tersebut akan dijadikan tempat wisata religi. Namun, pengurus masjid menolak tawaran seragam dari Saefullah.

Tidak hanya itu, kedatangan Saefullah rupanya tidak disambut hangat oleh warga sekitar. Bagai dikomando, tiba-tiba muncul pergerakan massa yang rupanya terprovokasi karena mendapat Surat Peringatan (SP1) yang menyebut seolah Pemprov akan menggusur kawasan Luar Batang. Akibatnya, seorang Satpol PP bahkan lurah mengalami luka-luka.

Atas insiden tersebut, Ahok memberikan penjelasan. Ahok maupun Saefullah menegaskan tidak ada tawaran uang Rp 1 miliar menyusul rencana penertiban di Luar Batang. Warga yang memiliki sertifikat tanah tidak akan digusur. Namun, Ahok tetap bakal menertibkan warga yang tinggal di jalur hijau. Mengenai aksi provokator, Ahok menyerahkan kepada kepolisian untuk menyelidikinya.

Berikut 3 penjelasan Ahok:

Ahok mengatakan Saefullah hendak membuat seragam bagi petugas masjid.

"Sekda jelas kok udah ngomong mau rapihin PKL, mau kasihin marbotnya, kasih baju petugasnya. Itu kan tempat wisata religi," ucap Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

"Kalau kamu nggak ada pegawainya, kamu nggak tahu mana yang orang luar mana nggak kan kita mau jadikan wisata religi kan makanya saya pikir kayak gini (ada penolakan) kan susah," imbuhnya.

Ahok mengatakan Sekda DKI sudah kesekian kalinya datang menemui warga luar batang. Sebelum malam tadi, Sekda sudah datang minggu lalu menemui pengurus masjid. Namun tiba-tiba warga berkumpul seperti ada yang memprovokasi.

"Saya nggak tahu (provokator), kita tunggu polisi cek," ujarnya.

Saefullah saat ditemui di ruang kerjanya, membenarkan kunjungannya ke Luar Batang ingin memberikan seragam bagi pengurus masjid. Dia menyebut pengelolaan masjid Luar Batang, akan lebih baik seperti tempat wisata religi lainnya. "Penjaga sandal, penjaga wudu, termasuk marbotnya susah dibedakan jamaah dengan petugas. Timbul pemikiran boleh juga diseragamkan. Kalau kita lihat masjid terbesar masjidil haram dan Nabawi, di sana cleaning service pakai seragam," ucap Saefullah.

"Semalam saya datang sudah bawa tukang ukur penjahit," imbuhnya.

Siapapun yang membangun di jalur hijau, di tanah negara, baik itu di Luar Batang, Jakut akan digusur.

"Tapi kalau kamu bangun di jalur hijau di atas lahan yang nggak mungkin ngurus IMB pasti kami bongkar," tegas Ahok di Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Ahok menegaskan, sebaliknya bila mereka di tanah yang memang milik pribadi, akan dibantu mengurus izin. Akan dipermudah, tak perlu risau. "Jakarta selama nggak punya IMB di tempat yang boleh membangun, hanya suratnya belum beres kami urus. Untuk tanah yang di bawah 100 m gratis, gratis," ujar dia.

"Nggak bisa buat gambar arsitek kami gambaran. Karena lebih dari setengah rumah di Jakarta nggak ada IMB," tutup dia.

Ahok tidak mengetahui tentang pernyataan kuasa hukum warga Luar Batang Yusril Ihza Mahendra yang menyebut Sekda DKI Saefullah datang menemui warga kampung Luar Batang, dan menawari uang Rp 1 miliar terkait penataan wilayah.

"Enggak tahu, duit dari mana Sekda. Mungkin nanti mau rapihin seluruh PKL mungkin. bukan kasih duit ke warga. Duit dari mana Sekda," ucap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Hal yang sama juga disampaikan Sekda Saefullah. Ia membantah menawarkan uang Rp 1 miliar. Menurutnya, kunjungan ke warga Kampung Luar Batang untuk observasi terkait penataan wilayah.

"(Uang) itu enggak ada. Pak Gubernur telepon saya, apa ada uang Rp 1 miliar (untuk warga Luar Batang). Enggak ada. Kalau dana hibah masih perencanaan," ucap Sekda Saefullah di kantornya, Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (6/2/2016).

Saefullah mengatakan, kunjungannya menemui warga Luar Batang tadi malam adalah yang ketiga kalinya. Pada kunjungan semalam, tujuan Saefullah sebetulnya ingin bicara dengan pengurus masjid untuk menyediakan seragam bagi mereka. "Saya ke sana lagi malam observasi sekitar masjid apa yang bisa kita perbuat untuk masjid agar masjid bisa betul-betul menjadi tempat wisata religi," ujarnya.

Usai dialog itu, muncul pergerakan massa yang rupanya terprovokasi karena mendapat Surat Peringatan (SP1) yang menyebut seolah Pemprov akan menggusur kawasan Luar Batang. SP1 disebut Saefullah palsu, karena tak pernah ada SP terbit.

Seorang Satpol PP dipukuli warga hingga mendapat jahitan di dahi. Lurah setempat juga disebut sebelumnya oleh Ahok mengalami luka. "Saya minta cek apa sih sebetulnya masalahnya, ternyata ada surat beredar SP1 dari Gubernur, Wali Kota dan Satpol PP. Saya bilang itu palsu," terang Saefullah.

sumber : detik.com
Read More

Wednesday, April 27, 2016

Unknown

Luar Batang merupakan Lahan Negara


Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan memastikan tanah di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan lahan milik negara.

"Itu tanah negara," kata Ferry saat ditemui di Istana, Rabu (27/4/2016) sore.

Namun, Ferry tidak menampik bahwa lahan tersebut seiring perjalanan waktu dikuasai oleh masyarakat umum sehingga seolah-olah lahan sudah milik masyarakat. Karena itu, Ferry mendukung program relokasi warga Luar Batang yang kini dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Relokasi itu jawabannya saya kira. Relokasi sudah tepat. Karena dalam konteks penataan, itu sangat dimungkinkan. Apalagi modelnya bukan menggusur, tapi merelokasi," lanjut dia.

Namun, Ferry mewanti-wanti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar tidak merobohkan Masjid Luar Batang. Sebab, bangunan tersebut merupakan warisan budaya.

"Di situ kan ada masjid, masjidnya itu heritage. Kalau bisa sih jangan ikut-ikut dibongkar," ujar Ferry.

Status tanah di Luar Batang saat ini menjadi persoalan. Pemprov DKI menyatakan tanah itu  milik negara dan karena itu para pemukim liar di kawasan itu akan direlokasi di rumah susun. Gubernur Basuki juga telah menegaskan bahwa Masjid Luar Batang akan tetap dipertahankan.

Namun, Yusril Ihza Mahendra, yang ditunjuk warga Luar Batang sebagai kuasa hukum, menyatakan warga berhak atas tanah itu. Mereka memiliki sertifikat kepemilikan atas tanah tersebut. Yusril pun meminta pihak Pemprov DKI untuk menunjukkan bukti bahwa lahan di Luar Batang itu memang milik negara.

sumber : kompas.com
Read More

Monday, April 18, 2016

Unknown

Warga Pasar Ikan Jika Punya Sertifikat Akan Diganti Rugi Oleh Ahok

merdeka com
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, akan mengganti rugi seluruh kerugian penggusuran yang dialami warga Pasar Ikan dan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Syaratnya, mereka harus bisa membuktikan jika tanah yang digusur tersebut memang milik mereka.

"Kalau ada (sertifikat) ajuin aja ke kami. Kalau ada sertifikat kami ganti," tegasnya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (18/4).

Namun, dia meyakini jika sertifikat di kawasan tersebut adalah milik salah satu Badan Usaha Milik Daerah, PD Pasar Jaya. Walaupun begitu, mantan Bupati Belitung Timur ini mempersilakan warga yang merasa memiliki sertifikat untuk menunjukkan kepadanya.

Ahok mengaku telah membentuk tim untuk melakukan verifikasi kebenaran sertifikat tersebut. Jika ternyata sertifikat tersebut palsu atau bermasalah maka janji memberikan uang ganti rugi akan melayang.

"Kita akan tanya dapat sertifikat dari mana? Kalau memang benar kami akan bayar kan ada Pergub," tutur Ahok.

Sebelumnya, salah satu Warga Kampung Akuarium RT 12 RW 04, Penjaringan, Jakarta Utara, Upi Yanita mengatakan, sebagian warga berhak atas tanah mereka. Karena sudah berpuluh tahun mereka menempati tempat tersebut dan rutin membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

"Kami akan terus berjuang sampai dapat kompensasi," tutupnya.

sumber : merdeka.com
Read More