Showing posts with label penggusuran. Show all posts
Showing posts with label penggusuran. Show all posts

Friday, April 29, 2016

Infonya Mas

Menggusur Warganya Ahok Dilema

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama punya alasan sendiri saat terjun ke dunia politik. Salah satunya soal penggusuran. Dia mengaku dilematis ketika harus menggusur warga, apalagi jika dipindah ke tempat yang kurang baik.

"Ini kan relokasi. Kalau mindahkan warga ke tempat kurang enak, saya dilema. Untuk itu, saya masuk ke politik," kata Ahok di kantor Gubernur DKI Jakarta, Kamis, 28 Januari 2016.

Ahok mengaku ingin memindahkan warga ke tempat yang lebih layak. Tak hanya menyediakan rusun dengan harga terjangkau, Ahok juga menyediakan Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar bagi penghuni rusun.

Selain itu, di setiap rusun, Pemerintah Provinsi DKI menyediakan bus sekolah gratis bagi pelajar. Di rusun juga terdapat perpustakaan, taman kanak-kanak, dan ruang laktasi. "Kecelakaan dilindes truk sudah hampir enggak ada. Kalau dulu, yang tinggal di rumah padat rata-rata kelindes truk," ujar Ahok.

Ahok menuturkan, dengan kondisi lingkungan yang lebih baik, ia berniat mengurangi penyakit TBC. Menurut Ahok, dengan memindahkan warga ke tempat yang lebih baik, ia tidak lagi merasa dilematis.

"Kalau saya memindahkan orang ke tempat yang lebih tidak baik, saya dilema. Nurani saya enggak bisa terima. Tapi, kalau saya pindahkan ke lebih baik, hanya ada sekelompok orang marah, ya saya diamin aja," ucap Ahok.

Ahok memang terkenal tegas dalam hal penggusuran. Sejumlah penggusuran telah ia instruksikan, di antaranya yang telah dilakukan adalah di Kalijodo dan Pasar Ikan. Bahkan, dalam waktu dekat, ia berencana merelokasi warga Luar Batang jika rusun telah tersedia.
sumber : tempo.co
Read More

Tuesday, April 19, 2016

Unknown

Mengejutkan Nasib Warga Yang Digusur Ahok Dari Pasar Ikan Ke Rusun



Polemik penggusuran warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara menarik minat khalayak.

Satu di antaranya seorang netizen yang ingin membuktikan langsung sejauh mana ucapan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berjanji berikan lokasi yang memadai.

Apakah janji tersebut ditepati, jangan-jangan hanya isapan jempol belaka.

Akun Facebook Renny Fernandez mengunggah kisah-kisah, foto maupun videonya, Senin (18/4/2016).

Bak jurnalis ia yang berniat membuktikan kondisi Rusun Rawa Bebek membuat tercengang banyak orang.

Baru 7 jam diposting sudah ada 7,212 shares.

Dalam dua video tersebut dua warga mengaku hunian nyaman bahkan seorang ibu mengaku saat menghuni Pasar Ikan anaknya tiga kali kecebur di kali (sungai), sementara saat di Rusun Rawa Bebek fasilitas lengkap dan nyaman.

Melalui foto-foto Renny menunjukkan berbagai fasilitas mulai dari ruangan untuk warga, kamar mandi, lift, fasilitas pembuangan sampah, pengolahan limbah hingga daya listrik.

Berikut kisah dan foto yang diambil dari FB Renny Fernandez.

Mungkin sudah banyak beredar chirpstory dr twitter tentang 'kepo' saya terhadap rusun Rawa Bebek, rusun yg dijadikan relokasi utk warga Pasar Ikan, sabtu (16 april 2016) lalu.

Tapi di FB ini saya mau cerita lebih detail ttg Rusun Rawa Bebek. Saya cukup terkejut dgn fasilitas2 rusun yg sangat baik.

Saya juga sempet memvideokan pendapat2 warga yg sudah mulai menghuni Rusun tersebut. Kunjungan ini tidak saya rencanakan.

Polemik media membuat saya berinisiatif utk datang dan mencek langsung kondisi pemukiman ini.

Beruntung petugas keamanan baik dan mau mengantar saya hari itu.

Mari kita sama2 telusuri.. Dan btw, Feel free to share ya! smile emoticon
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Sebelum menjelajahi rusun Rawa Bebek, saya berfoto di depan gerbangnya.
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Salah satu gedung bangunan rusun Rawa Bebek. Masing-masing gedung terdiri dari 6 lantai. Rusun Dalam kondisi bersih, ada taman dan rumput yg mulai tumbuh. Di depan saya, melintas 2 orang anak kecil sedang bersepeda.
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Saya ditemani oleh penjaga rusun, yang dengan senang hati mau mengantar saya hari ini menjelajah rusun. "Saya mau tau semua ya pak.." Minta saya kepada si bapak petugas. Pertama yg saya minta ke beliau, diantarkan ke toilet umum. Agak terkejut, karena ekspektasi toilet umum di benak saya jauh dari yg saya lihat. Kloset duduk, lengkap dengan sabun tangan dma tissue gulung tersedia disana.
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Saya tidak menyangka, kalau rusun Rawa Bebek dilengkapi oleh lift. Lift dalam keadaan nyala, bersih, dan bukan sekedar pajangan.
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Berikut adalah lorong dari Rusun Rawa Bebek. Lorong nampak bersih, tiap suduh saya lihat dilengkapi oleh alarm kebakaran.
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Ini adalah kamar Rusun Rawa Bebek. Selain kamar, pemerintah sudah melengkapi kamar dengan lemari, kasur dan tempat tidur. Saya cek kamar mandi, terdapat kloset duduk dan shower untuk mandi.
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Saya memilih turun lewat tangga. Dan tertarik oleh pintu-pintu kecil mirip jendela yg ada di tiap tangga. Saya bertanya kepada petugas yg mengantar saya, "ini pintu apa pak?" Si bapak menjelaskan kalau pintu tersebut adalah pintu utk mempermudah warga membuang sampah. Sampah yg sudah ditaro di trash bag bisa lgsg di buang melalu pintu tsb, maka sampah siap meluncur dr lantai 6 hingga bawah. Jadi utk membuang sampah warga tidak perlu berlelah2 turun kebawah.
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Tempat saya berdiri adalah instalasi pembuangan limbah. Limbah dr saluran air tiap rusun diolah di sini. Oleh petugas saya sempat dijelaskan bagaimana proses pengolahannya, namun saya lupa.. Mohon maaf.
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Kalau ini, adalah gardu listrik berdaya 630KVA yang siap menerangi setiap unit rusun. Cukup senang dgn design gardu yg tetap dipikirkan supaya terlihat cantik.



FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Berjalan kebagian belakang rusun, ada warung-warung tempat jualan. Saya menghampiri dua ibu penjual yg sblm nya tinggal di daerah Pasar Ikan, sejak pindah mereka pun mulai berjualan. Pemerintah memberikan etalase gratis, dan harga sewa yg cukup terjangkau, sebesar 40rb rupiah untuk tiap 'lapak' nya. Saya sempet bertanya, nyaman mana tinggal di pasar ikan atau di rusun Rawa Bebek ini, mereka berdua sepakat menjawab: "nyaman di sini mbaa.."
FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Untuk alat transportasi, pemprov juga menyediakan bus tans jakarta, yang sudah terschedule dgn rapi untuk keberangkatan dan kedatangannya. Hanya masukan beberapa warga, kalau feeder trans Jakarta bisa ditambah lagi jam nya oleh pemerintah. Semoga bisa yaa..
Ini kata Mba Suprapti warga pasar Ikan yg direlokasi ke rusun Rawa Bebek..


FACEBOOK RENNY FERNANDEZ - Demikian hasil 'kepo' saya. Harapan saya semoga rusun tetap terpelihara dengan baik, warga semakin nyaman dan kehidupan anak-anak akan menjadi lebih baik juga. Buat teman2 yg mau cek langsung silahkan saja, rusun rawa Bebek ada di : Jln. Inspeksi Kanal Timur, Cakung - Jakarta Timur
 
sumber : tribunnews.com/FB RENNY FERNANDEZ
Read More

Monday, April 18, 2016

Unknown

Warga Pasar Ikan Jika Punya Sertifikat Akan Diganti Rugi Oleh Ahok

merdeka com
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, akan mengganti rugi seluruh kerugian penggusuran yang dialami warga Pasar Ikan dan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Syaratnya, mereka harus bisa membuktikan jika tanah yang digusur tersebut memang milik mereka.

"Kalau ada (sertifikat) ajuin aja ke kami. Kalau ada sertifikat kami ganti," tegasnya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (18/4).

Namun, dia meyakini jika sertifikat di kawasan tersebut adalah milik salah satu Badan Usaha Milik Daerah, PD Pasar Jaya. Walaupun begitu, mantan Bupati Belitung Timur ini mempersilakan warga yang merasa memiliki sertifikat untuk menunjukkan kepadanya.

Ahok mengaku telah membentuk tim untuk melakukan verifikasi kebenaran sertifikat tersebut. Jika ternyata sertifikat tersebut palsu atau bermasalah maka janji memberikan uang ganti rugi akan melayang.

"Kita akan tanya dapat sertifikat dari mana? Kalau memang benar kami akan bayar kan ada Pergub," tutur Ahok.

Sebelumnya, salah satu Warga Kampung Akuarium RT 12 RW 04, Penjaringan, Jakarta Utara, Upi Yanita mengatakan, sebagian warga berhak atas tanah mereka. Karena sudah berpuluh tahun mereka menempati tempat tersebut dan rutin membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

"Kami akan terus berjuang sampai dapat kompensasi," tutupnya.

sumber : merdeka.com
Read More

Friday, April 15, 2016

Unknown

Bupati Bojonegoro Menanggapi Soal Penggusuran

Penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap warga Kalijodo dan Luar Batang mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Bupati Bojonegoro Suyoto pun ikut memberi tanggapan terkait penggusuran. Suyoto mengaku tidak sependapat dengan aksi penggusuran itu.

Meski begitu, dia tidak mau menilai apakah penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta merupakan bagian dari penertiban wilayah yang sah secara hukum.

"Kalau diskusinya sah atau tidak sah, itu tidak tepat. Karena pembangunan itu dilakukan dengan pendekatan manusia," ucap Suyoto, dalam diskusi di Jakarta, Kamis (14/4/2016)

Menurut pria yang akrab disapa Kang Yoto itu, pemerintah harus menanyakan terlebih dulu seluruh keinginan warga sebelum lakukan penggusuran. Setelah itu, keinginan tersebut dipertimbangkan secara ilmiah.

"Keinginan tinggi tapi dibatasi oleh ekologi. Ilmu pengetahuan yang akan menjelaskan semuanya. Dari situ kita katakan apa yang boleh dan tidak boleh," ucap Kang Yoto.

Kang Yoto menyebutkan, sebagian warga tidak mau pindah dari kawasan banjir. Ia mengakui bahwa terkadang dirinya harus mengubah cara pandang masyarakat.

"Kalau hidup di daerah banjir tapi tidak mau pindah berarti harus sesuaikan tempat tinggalnya agar tahan terhadap banjir," kata dia.

Untuk diketahui, Kabupaten Bojonegoro yang dipimpin Suyoto terpilih menjadi wakil Indonesia sebagai daerah percontohan pada "Open Government Partnership (OGP) Subnational Government Pilot Program" atau Percontohan Pemerintah Daerah Terbuka.

Suyoto menerapkan sistem pemerintahan berbasis partisipasi publik di Bojonegoro. Dengan demikian, warga dinilai terlibat dalam jalannya pemerintahan.

Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah percontohan mewakili Asia bersama Kota Seoul di Korea Selatan dan Tbilisi di Georgia.

Kabupaten Bojonegoro terpilih bersama 13 kota besar di dunia dari 45 kota yang mendaftar.

sumber : kompas.com
Read More