Showing posts with label tri rismaharini. Show all posts
Showing posts with label tri rismaharini. Show all posts

Wednesday, May 25, 2016

Unknown

PDIP Dinilai Setengah Hati Usung Risma Karena Ahok

Direktur Eksekutif Poltracking Institute, Hanta Yuda, menilai langkah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) setengah hati dalam mengusung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Menurut Hanta, hal itu tecermin dari masuknya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam survei internal PDI-P untuk menentukan calon gubernur yang akan diusung pada Pilgub DKI 2017 nanti.

"Masuknya Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) menunjukkan kalau PDI-P masih menggunakan kalkulasi politik realistis," ujar Hanta saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/5/2016).

"Mereka sadar kalau secara elektabilitas Ahok jauh lebih unggul dibandingkan Risma,"  kata dia.

Lebih lanjut, Hanta mengatakan bahwa terlalu riskan bagi PDI-P jika memaksakan diri untuk mengusung Risma. Sebab, Oktober 2016 sudah memasuki masa pendaftaran.

"Dengan elektabilitas yang masih rendah, PDI-P juga belum mengaktifkan mesin politiknya untuk mendongkrak elektabilitas Risma di DKI (Jakarta). Itu menunjukkan mereka juga masih menunggu hasil survei internal dengan nama Ahok masuk di dalamnya," ujar Hanta.

Pada awal bulan ini, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bersama dengan para petinggi partainya sempat mengunjungi Surabaya, Jawa Timur.

Selama kunjungannya di Surabaya, Mega dan petinggi PDI-P sempat berkeliling ke beberapa tempat di Surabaya bersama dengan salah satu kader, yang juga Wali Kota daerah tersebut, Tri Rismaharini.

Kedatangan Megawati bersama segenap petinggi PDI-P di tengah proses penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta 2017 yang akan diusung PDI-P memang menimbulkan kesan adanya upaya untuk mengusung Risma pada Pilgub DKI 2017.

Namun, hal itu dibantah oleh politisi PDI-P, Djarot Saiful Hidayat. (Baca: Bertemu Risma di Surabaya, Megawati Bicarakan Pilkada DKI?)

"Enggak, enggak, mboten (tidak ada)! Kita tidak ngomong, tidak pernah ngomong tentang pilkada," ujar Djarot saat ditemui di Rumah Dinas Wakil Gubernur DKI di Jalan Besakih, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin

sumber : kompas.com
Read More

Friday, May 13, 2016

Unknown

Pemerkosaan Gadis di Surabaya Terkait Gang Dolly Ujar Risma


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan kasus pencabulan anak yang mirip dengan tragedi Yuyun di Bengkulu masih berhubungan dengan penutupan eks lokalisasi Gang Dolly. Sayangnya, Risma enggan menjelaskan secara detail hubungan pencabulan anak itu dengan kompleks pelacuran tersebut. "Peristiwa ini ada benang merahnya dengan Dolly,” katanya di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Kamis, 12 Mei 2016.

Risma lantas merinci kronologi pemerkosaan terhadap Nona (nama samaran), yang terjadi sejak ia berusia 4 tahun. Menurut Risma, korban melihat semua kejadian di Dolly sewaktu masih beroperasi. “Ini seperti fenomena gunung es,” ujarnya. Sebab itulah, Risma nekat menutup Dolly karena ingin menyelamatkan anak-anak yang kerap melihat kejadian di Dolly. Fenomena gunung es itu terbukti dan berdampak pada anak-anak, termasuk peristiwa pencabulan terhadap Nona kali ini.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini mengaku sering menyampaikan kepada para orang tua selalu mengawasi anak-anaknya dengan ketat. Alasannya, pencabulan itu tidak hanya terjadi pada anak-anak yang sudah dewasa, tapi juga anak-anak yang duduk di bangku SD dan SMP. “Makanya, pengawasan lebih ketat, walaupun masih SD atau SMP,” ujarnya.

Berdasarkan sumber Tempo dari pihak kepolisian, benang merah yang dimaksudkan Risma adalah orang tua korban dulunya adalah mantan pekerja seks eks lokalisasi Dolly. Faktor itu menjadi salah satu pendorong korban menjadi korban pencabulan dan ketagihan seks. Korban menjadi korban pencabulan sejak usia 4 tahun. Setiap kali akan dicabuli, korban selalu diberi pil Double L oleh pelaku, sehingga dia juga ketagihan pil koplo ini.

Kepala Polretabes Surabaya Komisaris Besar Iman Sumantri mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Delapan tersangka pun ditangkap. Mereka adalah MI, 9 tahun, SD kelas III; MY (12) kelas VI; BS (12) kelas V; JS (14) kelas VIII SMP; AD (14) kelas VIII SMP; serta LR (14), HM (14), AS (14) yang masih sama-sama duduk di bangku kelas IX SMP.

Menurut Iman, AS mencabuli korban sejak berusia 4 tahun. AS sering mencekoki korban dengan pil Dobel L sehingga lama-lama kecanduan seks. Saat korban dalam pengaruh obat, AS mengajak tujuh temannya mencabuli korban. “Korban dicabuli berkali-kali," ujarnya.

sumber : tempo.co
Read More

Tuesday, May 10, 2016

Unknown

Risma Tetap Menjadi Walikota Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tidak tahu penyebab poster bergambar dia muncul di Jakarta sebagai calon Gubernur DKI penantang Ahok. Menurut Risma, poster itu bukan berasal dari dia atau tim pendukungnya.

"Saya enggak tahu itu siapa yang bikin posternya. Enggak tahu saya," ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 9 Mei 2016.

Sebelumnya, beredar poster Risma maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Poster selebar 120 sentimeter dengan tinggi 150 sentimeter itu bertulisan “Posko Karisma Jakarta, Risma for DKI-1”. Di bawah tulisan itu, terdapat sketsa wajah Risma lengkap dengan slogan “Bekerja dengan Hati”.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono memastikan poster yang juga beredar di media sosial itu bukan berasal dari partainya.

Risma menuturkan, meskipun poster itu berasal dari warga Jakarta yang menginginkan dia maju sebagai calon gubernur, bukan berarti Risma akan otomatis memenuhi dorongan dari arus bawah ini. Risma beralasan sudah berjanji kepada warga Surabaya untuk tetap menjadi wali kota sampai akhir masa jabatannya.

Bagi Risma, tak elok jika dia mengkhianati janjinya kepada warga Surabaya. Lagi pula, dia tidak pernah berpikir menjadi Gubernur Jakarta.

"Meski tugas di Surabaya, tapi lebih berat. Surabaya itu warganya seperempat Jakarta dan luasnya separuh Jakarta. Jadi saya itu kayak tugas buat tiga kabupaten," ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada permintaan dari PDIP agar dia menjadi calon gubernur, Risma menjawab tak ada. Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri pun, ucap Risma, tak pernah menawarkan posisi tersebut kepadanya.

sumber : tempo.co
Read More

Thursday, April 14, 2016

Unknown

Walikota Tri Rismaharini : Surabaya Kota Digital

Sepak terjang Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya telah membuat banyak perubahan di Kota Pahlawan. Jika di periode pertama jabatannya, Risma dikenal sebagai Wagiman alias Wali Kota Gila Taman, kini Risma tengah menuntaskan agar Surabaya menjadi kota digital sepenuhnya.

"Surabaya sudah jadi kota digital, tapi belum optimal. Pelayanan elektronik sudah digunakan masyarakat untuk berkomunikasi dengan pemerintah kota," ujar Risma dalam perbincangan dengan liputan6.com di Malang, Rabu (6/4/2016).

Mulai dari perizinan, proyek, penerimaan murid baru, hingga akta lahir, mati, pindah, datang (lampid) sudah dilakukan warga secara digital. "Saya tidak bisa mengatur proyek, izin atau penerimaan murid baru semua sudah elektronik," cetus wanita jebolan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu.

"Surat Izin perusahaan bisa dicetak sendiri, nanti suratnya dikirim lewat HP. Tapi di nomor ada barcode biar ketahuan asli," lanjut Risma.

Sebagai contoh, untuk mengurus akta kelahiran warga tinggal membuka aplikasi di web atau mobile. Lalu memasukkan semua data yang ditanyakan. Warga tidak perlu membayar dan paling cepat tiga hari kemudian akta lahir tersebut sudah di antar ke rumah warga.

Dengan sistem elektronik, Risma bisa mengontrol berapa jumlah sampah yang masuk, jumlah BBM yang digunakan warga Surabaya, hingga kontrol kemacetan.

"Hampir semua titik kita pasangi CCTV. Yang di-shoot jalan, saya bisa lihat seluruh rumah pompa air apakah jalan atau tidak," kata perempuan kelahiran 20 November 1961 itu.

Hemat Anggaran dan Pangkas Korupsi

Sistem digital di kota Surabaya yang dinamakan Surabaya Multi Media City (SMMC), diakui Risma bisa menghemat APBD. Selain juga mengurangi korupsi.

"Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah bertanya ke saya, bagaimana pemberantasan korupsi yang paling efektif? Saya jawab dengan sistem. Tes CPNS, gaji, kenaikan pangkat semua online. Di Surabaya semua pembayaran pakai online. Menguntungkan kedua pihak. Tidak ada lagi pakai kwitansi semua transfer dan transparan," papar Risma.

Menurut Risma tiap tahun Rp 200-400 miliar anggaran yang dihemat dengan sistem elektronik ini. "Kalau penghematan waktu lebih tidak terhitung lagi," kata wali kota yang terkenal dengan bicara apa adanya alias ceplas-ceplos ini.

Jika Anda berkunjung ke Surabaya, hampir semua sudut memiliki taman. Tanah yang kosong hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) disulap menjadi taman. Tak heran ada banyak taman di Surabaya mulai yang dibangun selama seminggu hingga yang bulanan.

Seluruh taman ini free wifi yang diharapkan warga atau siswa bisa belajar di taman. Risma juga membuat seluruh perpustakaan di Surabaya tersambung internet. Sebanyak 100 lapangan basket dan futsal juga terkoneksi dengan internet. Total ada 10.500 sambungan internet di fasilitas publik

Risma berharap setelah ada Single Identity Number (SIN) Surabaya sudah optimal menjadi kota digital. "Sekarang belum karena SIN itu aturan pemerintah pusat, kita menunggu," katanya

sumber : liputan6.com
Read More