Showing posts with label valentino rossi. Show all posts
Showing posts with label valentino rossi. Show all posts

Monday, June 6, 2016

Unknown

Marquez dan Rossi Akur Saat Konferensi Pers

Hubungan pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan pebalap Repsol Honda Marc Marquez mulai membaik.

Hubungan keduanya terlihat membaik usai balapan GP Catalunya di Sirkuit Catalunya Minggu (5/6/2016).

Usai balapan keduanya saling berjabat tangan seakan mereka sudah berbaikan.

Hal itu dilakukan sebelum keduanya naik podium di balapan yang berlangsung seru itu.

Namun tak hanya sampai di situ "kemesraan" Rossi dan Marquez berlangsung.

Keduanya tetap mesra saat melakoni sesi konferensi pers usai podium.

Marc marquez terlihat sudah tidak segan lagi untuk memegang pundak Valentino Rossi saat konferensi pers.

Hal itu karena saat Rossi ditanya apakah hubungannya dengan Marquez sudah membaik, Rossi hanya menjawab singkat.

Marquez pun langsung merespon dengan memegang pundak Valentino Rossi yang menjadi juara di GP Catalunya.

Kontan, pemandangan itu membuat semua yang hadir di konferensi pers itu kagum.

Bahkan riuh tepuk tangan terjadi usai momen Marc Marquez memegang pundak Valentino Rossi.

Momen menarik terjadi dalam ajang MotoGP Catalunya 2016.

Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, tertangkap kamera berjabat tangan dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.

Momen tersebut terjadi usai balapan berakhir.

Rossi yang masih mengenakan helm terlihat menghampiri Marquez untuk berjabat tangan sambil menebar senyuman.

Sama halnya yang dilakukan Rossi, Marquez yang sudah tidak mengenakan helm juga tampak jelas memberikan senyuman manis kepada Rossi.

Beberapa netizen pun turut memberikan komentar terhadap momen menarik tersebut.

"Besok puasa, Rossi sama Marquez salaman, maaf-maafan.." - @siskaw856y.

"Efek puasa memang hebat, bisa bikin Valentino Rossi sama Marc Marquez baikan" - @pray_mee.

"Contoh tuh Rossi sama Marquez," - @eduardusryan48.

"Valentino Rossi sama Marc Marquez itu salaman karena mereka besok mau puasa," - @19dolieindra.

Sebelumnya kedua pebalap tersebut terlibat perselisihan akibat insiden 'Tendangan Rossi' pada 2015 di sirkuit Sepang.

Kemudian Rossi juga sempat menuding Marquez telah membantu Jorge Lorenzo untuk menjadi juara.

sumber : tribunnews.com
Read More
Unknown

Aktor Protagonis MotoGP Catalunya

Sedikit gambaran hasil balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Minggu (5/6/2016). Banyak cerita terjadi di sirkuit ini, mulai dari cerita duka tewasnya Luis Salom, pebalap Moto2 saat melakukan latihan bebas, sampai cerita gembira kemenangan Valentino Rossi di MotoGP.

Kemenangan tersebut terasa spesial tentunya buat The Doctor, setelah pada seri sebelumnya di GP Italia, Mugello, gagal finish karena sepeda motornya mengalami kerusakan. Kemenangan ini juga spesial, karena Rossi memulai balapan bukan dari deretan baris terdepan, melainkan dari posisi kelima.

Namun, cerita yang paling spesial tentu saja jabat tangan pertama antara Rossi dan Marc Marquez. Ini seolah menjadi penanda di antara keduanya sudah tidak ada lagi dendam. Masih ingat dengan insiden di Sepang musim lalu? Marquez disenggol Rossi hingga terjatuh, dan Rossi pun dijatuhi hukuman yang membuatnya kalah bersaing dengan Jorge Lorenzo di seri terakhir.

Jabat tangan Rossi dan Marquez langsung disambut gemuruh oleh publik di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Rossi bukan sosok yang dibenci di tempat ini, beberapa sudut terlihat didominasi warna kuning terang yang menandakan warna kebesarannya.

Marquez juga tentu bukan tokoh antagonis di tempat ini, Catalunya yang masih menjadi bagian dari Spanyol, yang juga menjadi negara asal Marquez. Semua bertepuk tangan ketika keduanya berjabat tangan. Rossi sudah berbesar hati tentunya memaafkan Marquez, dan Marquez juga punya jiwa besar mengajak rivalnya tersebut bersalaman.

Aktor protagonis
Dalam olahraga sudah sangat jamak ada sosok yang sangat diidolakan. Sebuh saja Michael Jordan di ajang bola basket, Zinedine Zidane di ajang sepak bola atau Michael Schumacher di ajang Formula 1. Nama-nama tersebut sangat melekat dalam bidangnya masing-masing. Begitu pun dengan Rossi di ajang MotoGP.

Berusia 37 tahun, Rossi masih aktif bahkan kompetitif bertarung dengan pebalap yang usianya jauh lebih muda. Berada di MotoGP sejak tahun 2000 (Marquez saat itu baru berusia 7 tahun), Rossi langsung menjadi juara di tahun keduanya, 2001.

Total tujuh gelar juara dunia MotoGP diraihnya yakni 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009. Data menyebutkan, dalam 16 tahun berkarier Rossi sudah melakukan start sebanyak 276 kali, menang 88 kali, 178 kali naik podium, dan pole position 53 kali.

MotoGP adalah industri olahraga, dan The Doctor menjadi magnet yang sangat kuat buat industri tersebut. Dorna sebagai penyelenggara MotoGP tentu putar otak untuk mencari magnet baru yang bisa menyamai nama besar dan prestasi Rossi. Setidaknya dua musim dari sekarang atau sebelum sang pebalap genap berusia 40 tahun pada 2019. Musim depan Rossi masih menjadi pebalap Yamaha, tapi di 2019 masih tanda tanya.

Penggemar MotoGP di dunia masih punya kesempatan melihat sang aktor protagonis ini balapan di musim ini dan musim depan. Sisanya, mari kita nantikan siapakah pebalap yang bisa merebut aura magnet tersebut, Lorenzo, Marquez, Pedrosa atau Vinales, manakah pilihan Anda?

sumber : kompas.com
Read More
Unknown

Rossi Juara MotoGP Catalunya

Valentino Rossi berhasil memenangi MotoGP Catalunya usai memenangi duel sengit dengan Marc Marquez. Sementara, Jorge Lorenzo harus menuntaskan balapan lebih cepat karena crash.

Pada balapan yang dihelat di sirkuit Catalunya, Montmelo, Minggu (5/6/2016) malam WIB, Rossi yang start di posisi kelima justru mampu mengakhiri balapan di posisi terdepan. Pertama-tama dia lewati Lorenzo dan terlibat duel sengit dengan Marquez sebelum merebut kemenangan keduanya musim ini.

Sementara nasib sial dialami Lorenzo yang memimpin balapan sejak lap pertama justru kehilangan posisi itu sejak lap kelima dan akhirnya harus menuntaskan balapan lebih cepat di lap ke-16.

Dengan hasil balapan ini, Marquez sementara menguasai puncak klasemen dengan 125 poin dari tujuh seri, unggul 10 angka dari Lorenzo di posisi kedua dengan 115 poin. Sementara Rossi di posisi ketiga dengan 103 poin.

Jalannya Balapan

Begitu lampu hijau tanda balapan dimulai, Lorenzo yang start dari posisi kedua langsung menyalip Marquez yang memegang pole position. Dani Pedrosa di posisi ketiga lalu Valentino Rossi menurun ke posisi ke delapan.

Namun, hanya selap saja, Rossi lantas kembali ke posisi keenam. Sementara Lorenzo masih memimpin balapan diikuti duo Repsol Honda Marquez dan Pedrosa.

Meski memimpin balapan, Lorenzo tak bisa lepas dari Marquez yang terus memburunya di belakang. Rossi perlahan tapi pasti mampu memperbaiki posisinya.

Sampai akhirnya di lap keempat, Rossi kemudian menyalip Pedrosa dan Marquez untuk berada di belakang Lorenzo.

Rossi menguntit habis Lorenzo selama dua lap sebelum akhirnya di lap keenam, dia berhasil menyalip rekan setimhnya tersebut dan memimpin balapan.

Tak lama setelah disalip Rossi, Lorenzo kehilangan posisi kedua di lap ketujuh setelah disalip Marquez lalu kemudian Pedrosa. Lorenzo pun kini ada di posisi keempat.

Meski demikian, Lorenzo juga tak nyaman karena Maverick Vinales terus memburunya dan beberapa kali terjadi salip-menyalip di antara keduanya sebelum akhirnya di lap ke-11, Vinales benar-benar berada di depan Lorenzo.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, Lorenzo tak hanya kehilangan kesempatan menang tapi juga harus menghentikan balapannya lebih cepat karena diseruduk Andrea Iannone di lap ke-16.

Kedua pebalap pun terjatuh dan Lorenzo terlihat sangat kesal dengan Iannone.

Sementara di barisan terdepan, Rossi dan Marquez saling bersaing memperebutkan posisi tersebut. Pertarungan keduanya makin sengit di lima lap terakhir.

Rossi dan Marquez saling salip-menyalip. Di lap ke-22 Marquez menyalip Rossi, lalu selap kemudian giliran Rossi yang berada di posisi terdepan.

Namun, di dua lap menjelang habis, Rossi menyalip Marquez dan makin nyaman berada di posisi pertama sampai melintasi garis finis. Marquez di posisi kedua, sementara Pedrosa di posisi ketiga.

sumber : detik.com
Read More

Saturday, June 4, 2016

Unknown

Saksi Mata Soal Kecelakaan Luis Salom

Valentino Rossi terkenal memiliki fan club yang tersebar diseluruh dunia. Bahkan setiap kali menjalani serangkaian sesi latihan, kualifikasi, hingga balapan. Ribuan penggemar yang menamakan dirinya VR46 sudah memenuhi tribun.

Keuntungan inilah yang dimanfaatkan joki Movistar Yamaha untuk mencari tahu penyebab kecelakaan yang menimpa Luis Salom di sesi latihan bebas kedua di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Jumat (3/6) kemarin.

Setelah berbicara dengan salah satu penggemarnya, Rossi menjelaskan jika musibah yang dialami Salom akibat kesalahan pada mesin motor. Pasalnya, joki tim SAG-Kalex tidak mampu mengontrol kecepatan kuda besinya saat akan menaklukan tikungan 12.

"Luis jatuh di tempat yang aneh, sehingga membuat saya berpikir ada kerusakan pada bagian mesin motornya. Saksi mata juga mengatakan kepada saya bahwa ia tidak mampu mengontrol kecepatannya dan seketika ia menghantam dinding pembatas. Jadi saya mengambil kesimpulan jika motor yang dikendarainya mengalami masalah teknis," jelas Rossi seperti dikutip GPOne, Sabtu (4/6/2016).

Sekadar informasi, kecelakaan bermula ketika pembalap Spanyol 24 tahun memasuki tikungan ke-12. Tetapi, motor yang dikemudikannya tampak tidak mampu diajak bermanuver.

Setelah itu terlihat motor Salom malah nyelonong dengan kecepatan tinggi. Lantas menghantam dinding pengaman tikungan 12 di Sirkuit Catalunya. Sebetulnya, dia melepas motornya yang tak mampu dikendalikan di tikungan.

Sayangnya, Salom meluncur tepat ke arah motor sehingga tubuhnya menghantam motornya sendiri. "Ini situasi yang sulit ketika pembalap berada di trek lurus dan menemui tikungan terjal di depan. Tapi jika pembalap mengalami kecelakaan yang 'normal' maka akan mengambil jalur yang berbeda. Namun Salom justru berbeda dan ia berusaha melepas motornya yang tak mampu dikendalikan di tikungan tapi tubuhnya malah menghantam motornya sendiri. Ini adalah hari yang sangat menyedihkan," tutup Rossi.

sumber : sindonews.com
Read More

Wednesday, June 1, 2016

Unknown

Rossi Rangkul Vinales di Mugello Inilah Alasannya

Seri balap ketujuh MotoGP bakal kembali ke Spanyol dalam balapan Sirkuit Catalunya akhir pekan nanti. Namun intrik strategi pembalap mulai terang-terangan dimunculkan di Grand Prix Italia Italia. Dua pekan lalu, strategi Valentino Rossi merangkul Maverick Vinales jadi topik yang cukup diperdebatkan.

Meski pada akhirnya Rossi gagal mendulang poin karena YZR-M1 mogok di lap kesembilan race sesungguhnya, joki Movistar Yamaha sempat bersinar di sesi kualifikasi sehari sebelumnya. Sempat terseok-seok selama latihan, The Doctor bisa mengunci posisi pole usai mengalahkan Vinales di akhir kualifikasi.

Ketika itu muncul anggapan bahwa Rossi dan Vinales sudah merancang strategi di kualifikasi. Pertama kali yang mencetuskan kalimat itu adalah pembalap Repsol Honda Marc Marquez yang mengatakan melihat dua pesaingnya itu kerap bicara serius di sela-sela latihan bebas.

Jorge Lorenzo juga dimintai tanggapan soal duet Rossi-Vinales di posisi terdepan, namun ia menjawab santai dengan mengatakan itu cuma kebetulan. Namun menurut pengamatan mantan pembalap Randy Mamola, hal itu adalah bentuk strategi Rossi agar bisa menang di hadapan pendukungnya sendiri.

"Bukan pertama kalinya mereka bekerja sama di Mugello. Itu juga terjadi di Argentina dan juga di Le Mans (Prancis). Tapi fakta Rossi bisa mendapat pole di Italia, di depan para penggemarnya sendiri, menempatkan strategi itu sangat terlihat," beber Mamola dalam kolom Motorsport, Rabu (1/6/2016).

"Mari dicermati, di satu sisi memang normal bagi sebagian orang merasa aneh melihat dua pembalap dari tim berbeda dan negara berbeda saling membantu satu sama lain. Jika juga memperhitungkan, dalam waktu enam bulan ke depan mereka berdua akan jadi rekan setim di Yamaha, di mana Rossi adalah sorotan. Cukup normal jika melihat orang-orang merasa tercela,"

Sayang, strategi itu diganggu masalah teknis. Insiden kerusakan YZR-M1 di Mugello membuat Rossi gagal finis sejak lap kesembilan. Pun dengan Vinales, Suzuki GSX-RR yang ia tunggangi juga disebut mengalami masalah yang membuatnya cuma bisa finis di posisi enam.

Mamola menambahkan, apapun yang dilakukan Rossi di Mugello kemarin patut dihargai. Terlebih, lanjutnya, pembalap berusia 37 tahun itu melakukannya atas dasar memenuhi ambisi meraih gelar juara dunia musim ini.

"Secara pribadi, sebelum menilai situasi semacam ini, saya ingin berikan gambaran. Seseorang yang seperti Valentino, pembalap berusia 37 tahun dan punya semua untuk membuktikan kapasitasnya, menggunakan strategi semacam ini untuk menunjukkan ambisinya dan kelaparannya. dan Anda harus menghargai itu," tandasnya.

Selanjutnya, Rossi akan kembali bertarung di Grand Prix Catalunya, Minggu (5/6/2016) nanti. Bawa misi menebus kesalahan di Italia kemarin, juara dunia sembilan kali itu terhalang rekor kemenangan di markas Lorenzo dan Marquez tersebut.

sumber : sindonews.com
Read More

Monday, May 23, 2016

Unknown

Kecewanya Rossi

Berharap bisa mengakhiri puasa kemenangannya di MotoGP Italia, Valentino Rossi malah gagal finis karena motornya bermasalah. The Doctor pun sangat kecewa.

Rossi menempati posisi start terdepan dalam balapan MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (22/5/2016). Dengan posisi start ideal, dia berharap bisa menang di Mugello untuk pertama kalinya sejak 2008.

Akan tetapi, harapan Rossi tak jadi kenyataan. Pebalap Movistar Yamaha itu bukan cuma gagal menang, tapi juga gagal menuntaskan lomba karena motornya bermasalah dan terlihat mengeluarkan asap pada lap kesembilan.

Padahal, saat itu Rossi tengah bersaing dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, untuk memperebutkan posisi terdepan. Lorenzo akhirnya keluar sebagai pemenang balapan setelah mengalahkan Marc Marquez.

"Apa yang bisa saya katakan? Sulit untuk mengatakan sesuatu. Maksud saya, ini adalah sesuatu yang sangat disayangkan. Selalu begitu ketika Anda mengalami kegagalan teknis dalam balapan," ujar Rossi seperti dikutip Crash.net.

"Namun, kali ini terasa lebih mengecewakan karena kami berada di Mugello dan punya atmosfer fantastis dengan banyak fans, dan khususnya karena saya sangat tangguh di sepanjang akhir pekan dan dalam balapan. Saya merasa sangat nyaman dengan motor dan sangat cepat," jelasnya.

"Jadi, tentu saja saya bisa mengejar kemenangan di Mugello, yang lebih dari sekadar target. Ini adalah salah satu mimpi saya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir karena kemenangan terakhir saya di sana adalah pada 2008," lanjut rider berusia 37 tahun itu.

"Hari ini saya sangat cepat dalam balapan. Dan saya saat itu berada di belakang Lorenzo, tapi saya pikir saya punya kecepatan yang sedikit lebih baik dibandingkan dia. Jadi, saya tentu saja bisa mencoba untuk menekan. Namun, sayangnya mesin motor rusak. Hal ini terasa sangat berat karena motor saya tak pernah rusak dalam balapan sejak Misano 2007. Sembilan tahun," kata Rossi.

"Sayangnya di lap keenam, motor saya mulai bermasalah dan kopling tidak terbuka, mungkin karena mesin sudah mulai agak macet. Karena alasan itulah saya melebar. Namun, dalam tujuh-delapan tikungan saya kembali membuntuti Lorenzo karena saya sedikit lebih cepat. Akan tetapi, setelahnya mesin rusak," katanya.

sumber : detik.com
Read More

Thursday, May 12, 2016

Unknown

Rossi Tidak Lagi Lakukan Selebrasi Unik Karena Sebab Ini

Selain terkenal karena gayanya yang eksentrik, Valentino Rossi juga terkenal dengan beberapa selebrasi unik yang ia lakukan. Namun, belakangan ini Rossi sudah tidak lagi melakukan selebrasi-selebrasi unik lainnya. Mengapa demikian?

Menurut Rossi untuk melakukan hal itu dirinya harus berada dalam suasana hati yang tepat. Selain itu, dirinya juga tidak mau memaksakan harus melakukan selebrasi unik karena menurutnya jika tidak tepat dengan momen yang ada maka selebrasi yang dilakukan tidak akan tepat.

Beberapa selebrasi Rossi yang terkenal pada saat ia masih berusia muda dulu seperti menggunakan kostum Peter Pan, lalu ia juga pernah melakukan selebrasi bak seorang tahanan yang lepas dari tahanan.

“Anda harus berada dalam suasana hati yang tepat untuk melakukannya. Selebrasi unik memang selalu menyenangkan,” ujar Rossi seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Kamis (12/5/2016).

“Akan tetapi jika kita tidak memiliki ide yang tepat dan momen yang tepat lebih baik tidak melakukan hal apa pun. Lagipula dulu saya bisa memenangkan 11 balapan di satu musim, Anda memiliki kesempatan untuk melakukannya. Sekarang kemenangan yang didapat lebih sedikit, jadi saya memilih untuk menikmati momennya bersama tim, mekanik, dan lainnya,” jelas Rossi.

sumber : okezone.com
Read More

Monday, May 9, 2016

Unknown

Serunya Aksi Rossi Menyalip Para Pebalap MotoGP

crash net
Pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, berhasil menjadi juara pada GP Perancis yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Minggu (8/5/2016). Sementara itu, posisi kedua diraih rekan satu tim Lorenzo, yakni Valentino Rossi, dan posisi ketiga diraih Maverick Vinales dari Suzuki Ecstar.

Namun, sebelum menggapai posisi itu, "The Doctor", julukan Rossi,harus berjuang keras. Sebab, ia startdi urutan ketujuh dan terus memperbaiki posisinya menjadi keenam dan bisa naik kelima pada lap kedua. Masuk putaran ketiga, pebalap tiga besar menjadi Dovizioso, Iannone, dan Marquez.

Namun, Ianonne terjatuh pada lap ketujuh. Posisi di depan menjadi Lorenzo, Dovizioso, dan Marquez. Masuk ke putaran 10, "Baby Alien" (Marquez) terus berusaha mendekati laju Dovizioso dan Rossi berada di belakangnya.

Tak lama setelah itu, Rossi terlibat duel dengan Marquez untuk memperebutkan posisi ketiga dan usahanya berhasil pada lap ke-13. Di depannya, masih ada Dovizioso yang harus dikejar. Untungnya, pada putaran selanjutnya, "The Doctor"bisa mendahului pebalap Ducati sehingga Rossi pun berada di posisi kedua.

Posisi Rossi sedikit aman ketika Dovizioso dan Marquez jatuh bersamaan tanpa bersenggolan di lap ke-16. Urutan ketiga dan keempat berubah diisi oleh Vinales dan Dani Pedrosa. Hingga balapan usai, urutan tidak berubah, Lorenzo finis pertama, Rossi kedua, dan Vinales ketiga.

Urutan klasemen sementara pun ikut berubah. Marquez harus puas turun ke posisi kedua dengan 85 poin, digantikan Lorenzo yang naik ke urutan pertama (90 poin) dan ketiga Rossi (78 poin).

sumber : kompas.com
Read More
Unknown

Rossi Luar Biasa


Posisi start yang tak menguntungkan menyulitkan Valentino Rossi di awal balapan. Tapi dia kemudian tampil hebat dan bisa finis sebagai runner up.

Rossi memulai balapan MotoGP Prancis dari posisi tujuh. Dalam kondisi yang tidak ideal itu dia mengaku kesulitan di lap-lap awal, sebabnya tentu saja karena ada banyak pebalap yang berada di depannya, yang menghalangi dia untuk bisa merapat ke barisan depan.

Tapi kondisi itu tak bertahan terlalu lama. Belum setengah balapan berlangsung dia sudah berhasil merapat dan melibatkan diri dalam persaingan dengan Andrea Dovizioso dan Marc Marquez untuk merebut posisi kedua.

"Itu balapan yang sulit karena saya kehilangan banyak waktu di awal, tapi itu kondisi yang normal jika Anda memulai balapan dari baris ketiga. Selain itu, start saya juga jelek - tapi setelahnya saya punya kecepatan yang bagus dan lebih baik dibandingkan dengan Dovi dan Marquez," ucap Rossi usai balapan.

Rossi kemudian memberikan fansnya penampilan yang mengesankan saat dalam dua lap dia berhasil naik dua anak tangga ke posisi dua. Semua diawali dengan keberhasilan dia menyalip Marquez, dan dilanjutkan dengan melakukan manuver untuk mendahului Dovi.

Persaingan ketiga pebalap itu sepertinya akan sengit. Tapi ternyata tak lama berselang Dovi dan Marquez jatuh secara bersamaan, meski tidak ada senggolan di antara mereka. Rossi pun mengamankan posisi dua yang dia punya tanpa perlawanan berrarti di sisa balapan.

"Saat saya berada di depan, saya mencatat lap yang bagus, tapi Jorge (Lorenzo) sudah terlalu jauh, dia punya kecepatan yang lebih baik, dia lebih kuat. Saya senang (dengan hasil ini) karena ini akhir pekan yang sulit, dan 20 poin ini sangat penting untuk kejuaraan," tuntas The Doctor.

sumber : detik.com
Read More

Monday, May 2, 2016

Unknown

Valetino Rossi Yang Rendah Hati Buat Cadalora Terkesima


Sikap rendah hati dan ingin terus belajar dari kesalahan yang selalu ditunjukkan Valentino Rossi jadi salah satu alasan Luca Cadalora menerima pinangan masuk ke tim pribadinya di musim ini. Bahkan selama beberapa bulan bermitra dengan The Doctor, legenda asal Italia ini baru menyadari kharisma juniornya di ajang bergengsi MotoGP.

Pertemanan Cadalora dengan Rossi terjadi di tahun lalu. Saat itu kedua pembalap kuda besi ini saling menunjukkan kebolehannya dalam mengendarai motor di Sirkuit Misano. Juara tiga kali di dua kelas berbeda (125cc dan 250cc) bercerita setelah unjuk gigi di lintasan, dirinya dan mantan kekasih Linda Morselli mulai berbicara tentang motor dan dunia balap.

Dikatakan lagi, saat itulah Rossi tertarik meminang dirinya untuk masuk dalam timnya sebagai pelatih. Ajakan itu jelas membuatnya terkejut, namun ia baru menyadari bahwa selama ini pemilik nomor 46 itu selalu ingin belajar setiap ada perubahan. Apalagi jika itu menyangkut YZR M1 miliknya.

"Saya menerima pinangan Rossi, dengan catatan jika ini bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kalau dia menjawab tidak kemungkinan saya akan memilih untuk tetap berada di rumah dan bekerja di garasi saya. Tapi Valentino selalu membuat kejutan dan sangat sulit untuk memahami karakternya dari luar. Dia adalah pembalap yang lebih baik dari saya dan ia kuat di mana saya mempunyai titik lemah," ungkap Cadalora seperti dikutip Cycleworld, Jumat (29/4/2016).

"Saya setuju dengan Vale ketika ia mengatakan bahwa itu kesalahan untuk percaya bahwa Anda tahu segalanya. Kuncinya adalah untuk menjadi terbuka dan belajar hal-hal baru dan mencoba solusi baru. Saya tidak memberikan saran, kita berbicara, kita bertukar pikiran. Dan penting juga bagaimana Anda berbicara dengan pengendara. Ketika saya berpacu, saya tidak mendengarkan semua orang. Selain itu, Rossi memiliki sifat murah hati dan selalu memberikan segala sesuatu dengan baik meskipun set-up motor kurang baik. Sebaliknya, saya selalu meminta motor yang sempurna. Sekarang dia sudah berhasil merebut gelar juara dunia sembilan kali dari 113 kemenangan, namun ia tetap mempunyai sikap rendah hati dan selalu mempertanyakan dirinya. Sejauh ini saya mengerti alasan mengapa ia masih ingin menang meskipun usianya sudah 37 tahun," tutup Cadalora.

Sekadar informasi, Rossi akhir pekan lalu baru saja mencetak sejarah menyusul keberhasilannya meraih podium pertama di Jerez. Dibilang prestasi, karena ia mendambakan menjadi juara di tanah Spanyol itu sejak 2009 lalu.

Tak heran ketika menyentuh garis finis pertama, pembalap Italia itu terlihat emosional sekali. Rossi pun menunjuk kalau cerita sukses bisa dituliskan di buku sejarah kariernya tak lepas dari tangan dingin Luca Cadalora.

Ketika disinggung mengenai persaingan di musim ini, Cadalora mengaku sulit untuk membuat jawaban karena ada banyak variabel. Namun jika melihat Rossi tidak ada yang mustahil.

"Ini adalah musim yang menarik dan kejuaraan sangat seimbang. Ada banyak variabel, tapi mengetahui Valentino, tidak ada yang mustahil. Lihatlah posisi pole dan kemenangan di Jerez, itu adalah akhir pekan yang sempurna."

sumber : sindonews.com
Read More

Friday, April 29, 2016

Infonya Mas

Trofi Jerez Rossi Diberikan ke Bocah Pengidap Kanker


Valentino Rossi tidak menyimpan trofi kemenangannya di Jerez. Ia memberinya kepada seorang penggemar spesial.

Kemenangan Rossi di Jerez lalu merupakan yang pertama buatnya musim ini. Sejak MotoGP Inggris Raya pada 30 Agustus 2015, baru kali itu lagi rider Movistar Yamaha tersebut naik podium tertinggi.

Hasil di Jerez juga menandai kemenangan Rossi yang ke-113 dalam kariernya di balapan grand prix, sekaligus yang ke-87 di kelas primer. Pada balapan kelas primer, baru kali ini pula Rossi menang dari pole dan memimpin di setiap akhir putaran balapan.

Pun begitu, Rossi tampaknya tidak lantas menempatkan trofi kemenangan di Jerez itu pada satu tempat khusus di lemari koleksinya. Ia justru memberikannya kepada Lorenzo, seorang bocah pengidap kanker yang menjadi pasien rumah sakit anak di Parma.

Diwartakan MotoGP.com, mengutip gazzetta.it, Rossi memberikan trofi tersebut ke Lorenzo bersama dengan sejumlah pernak-pernik lain seperti kaus dan topi--yang sudah dibubuhi tanda tangan juara dunia grand prix sembilan kali tersebut.

Sebelum balapan, Flavio Fratesi selaku ketua dari klub resmi penggemar Rossi memang sudah menjanjikan trofi kemenangan kepada Lorenzo jika The Doctor berjaya di sirkuit Spanyol itu.

"Ketika Vale menang balapan, saya akan memberimu pialanya," ucap Fratesi ketika itu.

Janji Fratesi itu, tentu dengan seizin Rossi, pun telah ditepati.
sumber : detik.com
Read More

Thursday, April 28, 2016

Unknown

Ducati Down Karena Rossi Menang di Jerez


Manajer pribadi Andrea Iannone, Carlo Pernat, menyebut kemenangan Valentino Rossi pada GP Spanyol di Jerez akhir pekan lalu telah menohok tim Ducati Corse. Pasalnya, rider veteran Movistar Yamaha itu tidak diunggulkan menang.

“Valentino Rossi di Spanyol telah memberikan pukulan dan beban psikologis bagi kami, bagi tim. Dia balapan dengan sangat baik, mengumpulkan data dengan sangat cermat selama di Jerez, Ducati tadinya optimis, tapi malah Vale yang mendominasi balapan," ucap Pernat, seperti dikutip La Gazetta delo Sport, Kamis (28/4/2016).

"Yamaha memang dikenal tidak terlalu superior di Jerez, namun kali ini ceritanya beda,” sambungnya.

Pada balapan tersebut, Iannone sendiri hanya finis di posisi ketujuh dengan catatan waktu 45 menit 55.111 detik. Sementara joki Ducati lainnya, Andrea Dovizioso, lebih apes yakni gagal finis.
sumber : okezone.com
Read More

Tuesday, April 26, 2016

Unknown

Kunci Sukses Valentino Rossi


Valentino Rossi mengungkapkan salah satu kunci suksesnya bisa memenangi GP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (24/4), adalah kehadiran Luca Cadalora sebagai penasihat teknis sejak awal musim ini.

Cadalora sudah terlihat menjadi bagian tim Rossi ketika menjalani tes pramusim di Sirkuit Phillip Island, Australia, Februari lalu. Cadalora yang merupakan juara dunia kelas 250cc musim 1991 dan 1992 memiliki peran seperti Wilco Zeelenberg, yang menjadi manajer tim Jorge Lorenzo sejak 2010.

Dalam wawancara dengan Cycle World, Rossi mengatakan kehadiran Cadalora sangat membantunya. Mantan pebalap Yamaha dan Honda itu memberikan banyak masukan untuk The Doctor.

"Kehadiran Cadalora sangat membantu saya. Dia mendukung saya, memberi saya nasihat, tidak hanya dari apa yang dia lihat di atas trek, tapi juga dari sisi teknik," ujar Rossi.

"Cadalora memberi saya bantuan. Kami juga pernah tampil bersama, dan kami bertukar banyak cerita menarik. Saya tidak pernah memiliki figur seperti dia."

Rossi juga memberi kredit kepada Silvano Galbusera yang menjabat sebagai kepala tim mekanik dan Matteo yang memimpin data telemetri.

"Selalu ada ruang untuk peningkatan performa dan saya berada di sini untuk belajar. Kami punya banyak ide, dan kami lebih agresof dalam pemilihan bagaimana kami menghadapi babak kualifikasi serta balapan," ucap Rossi.

Rossi masih berada di peringkat tiga klasemen dengan torehan 58 poin, terpaut tujuh poin dari Lorenzo. Sementara Marquez tetap di puncak klasemen dengan 82 poin.

sumber : cnnindonesia.com
Read More

Monday, April 25, 2016

Unknown

Juara Baru Jerez


Valentino Rossi tidak terbendung untuk memenangi balapan MotoGP Spanyol musim ini. Sementara itu, rekan setimnya di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, finis sebagai runner-up dan Marc Marquez di posisi ketiga.

Pada balapan yang dihelat di sirkuit Jerez, Minggu (24/4/2016) malam WIB, Rossi yang memegang pole position langsung tancap gas sedari lap pertama dan tak mampu terkejar oleh Lorenzo.

Sementara itu, Lorenzo sempat disibukkan oleh Marquez yang terus mengejar posisi kedua. Namun, selepas lap ke-15, Lorenzo mampu mengamankan posisi tersebut hingga akhir balapan dan membuat Marquez harus puas finis di posisi ketiga.

Berurutan finis di posisi lima besar adalah Dani Pedrosa di posisi keempat serta Aleix Espargaro di posisi kelima. Melengkapi posisi 10 besar ada Maverick Vinales, Andrea Iannone, Pol Espargaro, Eugene Laverty, dan Hector Barbera.

Dengan kemenangan pertama musim ini, Rossi ada di posisi ketiga klasemen pebalap sementara dengan 58 poin dan Lorenzo di posisi kedua dengan 65 poin. Marquez masih kokoh di puncak dengan 82 poin dari empat seri berlalu.


sumber : detik.com
Read More

Sunday, April 24, 2016

Unknown

Valentino Rossi Start Terdepan Dengan Merebut Pole Position


Valentino Rossi akan memulai MotoGP Spanyol dari posisi terdepan. Dia menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi setelah mengalahkan Jorge Lorenzo di menit-menit akhir.

Di Sirkuit Jerez, Sabtu (23/4/2016) malam WIB, catatan waktu terbaik Rossi adalah satu menit 38,736 detik. Rossi menorehkan catatan tersebut jelang berakhirnya sesi, karena sampai beberapa menit sebelumnya dia duduk di urutan tiga di belakang Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Lorenzo, yang sebelumnya terlihat akan meraih posisi start paling depan, akan start dari posisi kedua. Rider yang beberapa hari lalu mengikat kontrak dengan Ducati itu terpaut 0,122 detik di belakang rekan setimnya.

Melengkapi baris terdepan di balapan Minggu (24/4/2016) besok adalah Marquez. Mencatatkan waktu satu menit 38,891 detik juara dunia dua kali itu akan memulai race dari posisi tiga.

Posisi empat dan lima ditempati Andrea Dovizioso dan Maverick Vinales. Si pebalap Ducati mencatatkan waktu satu menit 39,580 detik, sementara si rider Suzuki menorehkan satu menit 39,581 detik.

Aleix Espargaro dan Dani Pedrosa masing-masing menempati posisi enam dan tujuh. Sementara Pol Espargaro, Hector Barbera, dan Cal Cruthlow menggenapi 10 pebalap di urutan paling depan.


sumber : detik.com
Read More

Thursday, April 21, 2016

Unknown

Mencari Pendamping Rossi di Yamaha Setelah Lorenzo ke Ducati

motogp com

Yamaha sudah mendapatkan jawaban atas apa yang mereka nanti-nantikan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka sudah pasti akan kehilangan Jorge Lorenzo pada akhir musim 2016.

Yamaha dan Ducati sama-sama mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin (19/4/2016) bahwa pemilik tiga gelar juara dunia kelas premier itu akan bergabung dengan pabrikan Italia tersebut untuk musim 2017 dan 2018.

Keputusan ini sudah pasti menyisakan pertanyaan, siapa pengisi posisi yang ditinggalkan Lorenzo?

Bulan lalu, bos Yamaha, Lin Jarvis, mengatakan mereka harus punya rencana cadangan jika Lorenzo memutuskan pergi.

Pada pertengahan Maret, Yamaha sudah mengajukan tawaran kontrak baru kepada Lorenzo dalam waktu bersamaan dengan Valentino Rossi. Durasi kontrak pun sama, yakni dua musim (2017 dan 2018).

Rossi sudah menerima tawaran tersebut dan memberikan tanda tangan sebelum balapan seri pertama musim ini di Qatar (20 Maret) berlangsung.

"Kami sadar bahwa jika Lorenzo pergi, orang yang menggantikannya tidak akan bisa langsung menyamai level performanya, tidak diragukan lagi," kata Jarvis ketika itu.

Pebalap Suzuki, Maverick Vinales, paling gencar disebut sebagai calon pengganti Lorenzo. Dia merupakan pebalap Spanyol, relevan dengan sponsor utama Yamaha saat ini, Movistar.

Namun, meninggalkan Suzuki dan pindah ke Yamaha bukanlah perkara mudah bagi pebalap 21 tahun tersebut.

Selain fakta bahwa Vinales merasa sangat nyaman dengan Suzuki, kondisi di tim Yamaha saat ini sedang tidak kondusif.

Rossi dan Lorenzo terlibat persaingan sengit dalam perebutan gelar juara dunia musim lalu. Persaingan tersebut melebar hingga keluar lintasan.

Rossi bahkan sempat menuduh Lorenzo dan pebalap Spanyol lainnya bersekutu melawan dia.

Suasana yang tidak lagi nyaman di tim itulah yang disebut sebagai salah satu alasan kuat hijrahnya Lorenzo ke Ducati.

Musim ini, Yamaha punya dua pebalap yang bisa menjanjikan hasil bagus saat balapan dan juga meningkatnya penjualan.

Musim depan, akan ada beberapa pertanyaan yang mengiringi perjalanan Yamaha. Seberapa kuat Rossi akan bisa bersaing dengan pebalap-pebalap yang jauh lebih muda?

Akankah Yamaha punya dua pebalap yang bisa menyaingi Marc Marquez (Repsol Honda) dan Lorenzo dengan Desmosedici?

sumber : tribunnews.com
Read More

Saturday, April 16, 2016

Unknown

Semangat Valentino Rossi Membuat Federer Kagum


Tak sedikit yang menaruh rasa kagum dengan penampilan Valentino Rossi di MotoGP. Maklum, meski usia joki Movistar Yamaha sudah tak muda lagi, namun ia masih mampu tampil konsisten di arena balap motor kuda besi tahun ini.

Saat ini Rossi masuk dalam daftar pembalap tertua MotoGP. Meski demikian, predikat itu tidak membuat The Doctor minder karena ada banyak penggemar yang mencintai sosok pemilik nomor 46 tersebut.

Seperti yang diutarakan Roger Federer baru-baru ini. Petenis veteran asal Swiss ini menyebut jika Rossi merupakan penulis prestasi yang luar biasa. Karena ia telah membuktikan kapasitasnya sebagai pembalap handal dengan berada di posisi runner up musim lalu.

Kegagalannya merebut mahkota juara dunia kesepuluh sepanjang kariernya tak menghalangi semangat Rossi untuk terus mengukir prestasi di gelaran balap roda dua ini. Justru itu yang akan dijadikan sebagai senjata utama mantan kekasih Linda Morselli untuk membuktikan bahwa ia masih memiliki rasa lapar merebut juara.

"Kekalahan di musim lalu adalah akhir yang pahit buat Rossi. Tapi itu justru akan memberinya motivasi baru dan kemudian ia bisa tampil baik ketimbang sebelumnya," ungkap Federer seperti dikutip Insella, Sabtu (16/4/2016).

sumber : sindonews.com
Read More